Menu

Mode Gelap

Pemerintah · 22 Agu 2019 09:26 WITA ·

Percepat Industri Garam Beryodium, Solusi Atasi Masalah Garam di Bima


					Percepat Industri Garam Beryodium, Solusi Atasi Masalah Garam di Bima Perbesar

BIMA,DS-Mengatasi masalah rendahnya harga garam ditengah terus meningkatnya produksi garam di tiga kecamatan sentra garam di Kabupaten Bima, kini tengah dicarikan solusinya oleh Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkab Bima bersama stakeholder terkait lainnya.

Harga garam di Bima saat ini hanya pada kisaran Rp 7.000 per karung. Namun, jika garam tersebut diolah, terlebih dalam bentuk industri garam beryodium maka harganya bisa lebih tinggi — Sekaligus dapat menurunkan masalah stunting di NTB. Hanya saja, para pengusaha atau industri membutuhkan keamanan dari daerah dimana akan dibangun industri.

Untuk mencarikan solusi terhadap harga garam di Kabupaten Bima, Gubernur NTB akan mempertemukan para pengusaha garam di Indonesia dengan para petani dengan langsung mengajak para pengusaha garam meninjau tambak garam minggu I September mendatang.

Dalam kesepakatan yang dicapai pada dialog Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M. Noer dan Kadis Kelautan Provinsi NTB L. Hamdi M.Si, di Ruang VIP Bandara Sultan Salahuddin Bima, Rabu (21/8-2019), di hadapan sekitar 22 orang petani garam dari sentra produksi garam di Kabupaten Bima tersebut, Gubernur mengungkapkan hadirnya industri pengolahan merupakan solusi tepat untuk mengolah berbagai hasil pertanian dan kelautan di NTB.

“Termasuk potensi garam yang ada di Kabupaten Bima. Sehingga, masyarakat petani bisa merasakan kesejahteraan dari hasil usahanya selama ini. Apalagi pengolahan itu menyangkut hasil garam yang ada di Kabupaten Bima yang jumlahnya cukup besar,” katanya.

Pada dialog yang dipandu Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima, Ir. Hj. Nurma M.Si, disepakati bahwa dalam waktu dua minggu kedepan Gubernur akan mempertemukan para petani dengan pengusaha garam di Surabaya. “Silahkan pilih satu orang dari setiap kecamatan sebagai wakil dalam pertemuan itu,” kata Gubernur.

Saat ini, beberapa permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan pengelolaan garam antara lain kualitas garam yang masih belum sesuai dengan standar garam industri, tingginya biaya upah pikul garam dari tambak menuju jalan raya dan kurangnya sarana dan prasarana infrastruktur.

Sesuai kesepakatan dengan para petani, Dr. Zul mengharapkan petani mampu memenuhi penyediaan kuota 40 ribu ton garam kualitas I dan II (K1/K2) untuk diserap dalam dalam industri.

Gubernur selanjutnya menugaskan Ir. L. Hamdi. M.Si Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB melakukan pengecekan ke sentra garam rakyat ketersediaan 40 ribu ton garam K1.hm

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Raih Opini WTP Kesebelas untuk Masyarakat NTB

20 Mei 2022 - 17:49 WITA

Banyak yang Melakukan Sesuatu Tanpa Data Jelas

18 Mei 2022 - 16:36 WITA

Parade Defile Meriahkan Pembukaan Latsitarda Nusantara XLll Tahun 2022

14 Mei 2022 - 21:48 WITA

Keberagaman NTB Bekal Penting Bagi Peserta Latsitarda Nusantara ke-42

14 Mei 2022 - 19:29 WITA

Wagub Ajak Peserta Latsitardanus Berbaur dengan Masyarakat

11 Mei 2022 - 20:10 WITA

Jembatan Putus di Pemoles Segera Dibenahi, Gubernur Zul : Mindset Pejabat Kita Ubah

9 Mei 2022 - 18:01 WITA

Trending di Pemerintah