Berbagi Berita Merangkai Cerita

NTRC Atensi Kunjungan Kapolda ke Bima

37

MATARAM, DS – Pendiri Nusa Tenggara Riset Center (NTRC), Dr. Syarif Ahmad, mengatensi kunjungan Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal ke wilayah Kabupaten Bima.

Apalagi, pada kunjungan ke wilayah ujung timur Pulau Sumbawa itu, Iqbal telah mengadakan serangkaian pertemuan dengan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di Bima,

Syarif mengatakan Polri secara struktural adalah institusi negara yang bertugas menciptakan keamanan, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian, khususnya tertuang pada pasal 2.

“Fungsi kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya dalam siaran tertulisnya, Sabtu (11/7) malam.

Menurut Syarif, kunjungan Kapolda NTB di Bima mengisyaratkan tiga hal pokok. Pertama, memperkuat bangunan Polri sebagai instusi negara yang berkepentingan dengan masyarakat.

“Kedua, kesadaran kelembagaan instusi Polri, bahwa tak mungkin bisa menciptakan keamanan dengan pendekatan penegakan hukum semata, tetapi bersenergi dengan masyarakat. Khusunya kaum muda di Bima dan Dompu,” kata dia.

Syrif mengatakan, kehadiran Kapolda menjadi potret bahwa polisi membuka diri pada masyarakat, sebagai cermin tugasnya sebagai sang pengayom.

“Kehadiran Kapolda NTB bersama rombongan memberi potret baru bahwa tugas-tugas kepolisian, akan sukses jika polisi membuka diri dengan elemen-elemen masyarakat,” katanya.

Disebut, dari ketiga faktor tersebut, Kapolda NTB memahami bahwa kemitraan dengan elemen-elemen muda adalah bagian yang tak terpisahkan dari fungsi Polri sebagaimana yang tertuang pada  UU Kepolisian Pasal 4, bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia bertujuan untuk mewujudkan keamanan dalam negeri yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, tertib dan tegaknya hukum, terselenggaranya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta terbinanya ketenteraman masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

“Dari tema yang digagas oleh kelompok Cipayung Plus tersebut,  menarik beberapa konklusi penting, bahwa Kapolda sangat memahami, bahwa kesuksesan tugas dan fungsi Polri, tidak saja dilihat dari kinerja internal kepolisian. Akan tetapi dukungan masyarakat menjadi hal yang penting dan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

“Polisi perlu memperkuat sinergitas dan sabar dalam mengahadapi masyarakat, sebagaimana doktrin pengkaderan polisi dengan semboyan ‘polisi adalah manusia paling sabar di dunia’, akan menjadi nyata,” sambung Syarif

Silaturahmi dan dialog tersebut juga diisi deklarasi Pilkada damai hingga dialog lintas generasi. Dimana, kunjungan Kapolda tersebut digagas kelompok aktivis mahasiswa HMI, IMM, PMII, GMNI dan KAMMI. Dalam kunjungan digelat dialog bertema “Meneguhkan Kebangsaaan Menyongsong Indonesia Emas.”

Kapolda berada di Bima hingga Minggu, 12 Juli 2020. Selain menggelar dialog, Kapolda juga mengunjungi Pondok Pesantren Darul Furqon Bima untuk memberikan bantuan sembako. Kemudian dilanjutkan dengan acara pelepasan lele sebagai dukungan usaha Kelompok Cipayung Plus Bima-Dompu. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.