BSK Samawa

Stunting dan Perkawinan Anak Masalah Pola Asuh

Mataram, DS-Ketua Pokja 1 PKK NTBNTB, Hj, Dini Haryati, mengemukakan PKK NTB sejak 2020 memiliki program kisah (keluarga indonesia sejahtera dan harmonis). Program itu menyangkut pencegahan perkawinan anak untuk atasi stunting, edukasi calon pengantin (catin)dan pencatatan pernikahan.
Terkaiit stunting, terdapat kegiatan dapur gotong royong. Dapur gotong royong bekerjasama dengan empat Pokja.

“Semua Pokja akan turun jika ada dapur gotong royong. Misalnya bahan pangan apa saja yang dikeluarkan untuk atasi stunting, ” ujar Ketua Pokja I PKK NTB, Hj. Dini Haryati, pada pertemuan konsultasi dengan pemangku kepentingan tentang pencegahan perkawinan anak di Kantor DP3AP2KB NTB.

Menurutnya, pola asuh sebagai masalah urgen. Ia menyebut rata rata yang bawa bayi ke dapur stunting adalah neneknya karena bunya kurang peduli terhadap anak.

“Peluang kasih sayang tidak didapat dari ibunya. Sedangkan ayahnya kebanyakan bekerja jauh. Jadi pengetahuan tentang parenting sangat penting,” papar Dini.

Pihaknya juga punya PKK go to School menyasar sebanyak 1000 OSIS se NTB yang diwarnai dengan ikrar anti kekerasan dan anti narkoba. Sehingga, program itu melekat di hati anak anak.

*Selain itu ada kampanye pencegahan terhadap perempuan dana anak pada 200 siswa per kabupaten, ” cetusnya. Ian

Perlu sinkronisasi persa sebagaimana tupoksi.

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.