Berbagi Berita Merangkai Cerita

Luncurkan NTBProv-CSIRT, Pemprov Gandeng BSSN Jaga Keamanan Siber NTB

30

FOTO. Deputi III Bidang Penanggulangan dan Pemulihan Brigjen TNI Yoseph Puguh Eko Setiawan (dua kiri) saat memberikan sertifikat NTBProv-CSIRT pada Sekda NTB, kemarin. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Pemprov NTB meluncurkan NTBProv-CSIRT (Computer Security Incident Response Team). Deputi III Bidang Penanggulangan dan Pemulihan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Brigjen TNI Yoseph Puguh Eko Setiawan, mengatakan bahwa CSIRT ini sebagai pasukan siber Indonesia yang menjaga dan mengamankan ruang siber yang ada di wilayah.

“Kalau TNI mempunyai pasukan darat,laut, dan udara. Yakni, marinir dab Kopassus. Maka hari ini untuk keamanan ruang siber NTB yang disebut CSIRT ini sebagai pasukannya, dan tadi telah kita launching,” ujar Yoseph dalam sambutannya pada peluncuran NTBProv-CSIRT,  Rabu (14/11).

Menurut dia, ancaman-ancaman yang dihadapi di ruang siber antara lain malware, phising, SQL injection, hijacking, dan DDoS. Selain itu, Yoseph menuturkan, ancaman lainnya juga menyangkut positional asset. Sasarannya, akan bisa mempengaruhi ide, pilihan, pendapat, emosi, sikap, tingkah laku, opini, dan motivasi masyarakat, seperti hoaks atau informasi bohong melalui ruang siber. 

Sejak Januari hingga akhir Oktober tahun ini, kata Yoseph, sudah 410.458.761 serangan menyasar ruang siber Indonesia, yang termonitor dari pusat operasi keamanan siber.

Khusus NTB, serangan siber cukup masif, yakni rata-rata sekitar 200-300 ribu serangan per bulan yang tercatat di sistem pengamanan siber Pemprov NTB yang ditangani Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB.

Oleh karena itu, BSSN menilai diperlukannya tindakan pencegahan, pemulihan dan penanggulangan insiden siber di wilayah NTB.

“CSIRT yang diresmikan adalah merupakan bagian dari program nasional Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 ini diharapkan dapat menjaga, mengamankan ruang siber wilayah NTB dari ancaman-ancaman yang mungkin akan terjadi,” jelas Yoseph.

Ia menegaskan, salah satu ancaman siber yang paling nyata adalah ancaman yang menyasar pola pikir masyarakat. Serangan terhadap pikiran manusia, kata dia, terjadi dalam bentuk hasutan maupun ujaran kebencian melalui ruang siber.

Parahnya, lanjut Yoseph, jika hal itu tidak diantisipasi akan bisa merubah idiologi manusia. “Maka, kenapa siber itu perlu diatur. Ini adalah upaya kami agar penyimpangannya bisa dikendalikan. Selain itu, marilah kita bersama-sama meneladani jati diri Pancsila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Yosep menyakini, kegiatan launching CSIRT untuk provinsi NTB kali ini akan apat menjaga keamanan di ruang siber, khususnya di wilayah Provinsi NTB.

Apalagi, pembentukan CSIRT ini sejalan dengan penerapan sistem pemerintahan yang berbasis elektronik (SPBE), yang harus dijamin keamanannya.

Ia mengungkapkan, jumlat CSIRT yang ditargetkan secara nasional adalah mencapai sebanyak 121 CSIRT di Indonesia yang menyasar sebanyak 15 kementrian/lembaga.

Dimana, Provinsi NTB masuk kedalam program strategis nasional di bidang CSIRT tersebut. ” NTBProv-CSIRT adalah program yang kesembilan di tahun ini diluncurkan setelah Provinsi Jogjakarta. Jadi, CSIRT yang belum tinggal enam CSIRT yang kita kejar, termasuk di Provinsi DKI Jakarta dan kementerian/lembaga lainnya,” tandas Yoseph Puguh Eko Setiawan.

*Pelatihan SDM CSIRT 

Terpisah, Sekda NTB HL. Gita Ariadi mengatakan, kewaspadaan ancaman bahaya IT perlu menjadi perhatian semua pihak. Oleh karena itu, Pemprov dalam Misi NTB telah memprogramkan NTB Tangguh dan Mantap.

“Ini tidak lain kami menyadari jika NTB sangat familiar dengan kebencanaan. Yakni, dari sebanyak 14 potensi bencana, justru ada 11 potensi dimiliki NTB,” kata Sekda. 

“Kedepan, perlu ditambah lagi bencana yakni bencana siber. Prinsip kami konsisten memberi dukungan penuh. Apalagi NTB sangat terbuka selama ini terkait pariwisata,” sambungnya. 

Menurut Sekda, Provinsi NTB sebagai daerah terbuka, tentu harus mewaspadai siapapun wisatawan yang berkunjung ke daerah ini. Yakni, pengamanan siber daerah juga akan menjadi perioritas pembangunan daerah.

“Insya Allah, setelah peresmian NTBProv-CSIRT, kita akan minta BSSN membantu Provinsi NTB dalam hal melanjutkan peningkatan kapabilitas CSIRT, pelatihan teknis dan sertifikasi, workshop, cyber security dan lainnya. Ini penting agar penyiapan sumber daya manusia kita yang menjadi pasukan kita ini juga akan meningkat kemampuannya dan juga sarana prasarananya perlu kita tingkatkan sesuai dengan kemajuan di bidang teknologi digital, khususnya,” tandas Sekda Gita. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.