BSK Samawa

Ratusan Ternak Kambing di Pulau Maringkik Terserang Penyakit Korengan

Selong, DS+ Ratusan ternak kambing di pulau terluar Desa Meringkik Kecamatan Keruak Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) terserang penyakit korengan atau Scabies.

Ternak yang terjangkit Scubies ini mengalami gatal gatal di kulit. Kulitnya mengeras hingga menyebabkan bulu kambing rontok. Menurut warga, penyakit ini menyerang ternak mereka sejak satu setengah bulan lalu.

Petugas dari UPT Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kecamatan Keruak keliling memburu ternak kambing yang terjangkit scubies. Bahkan tak sedikit warga membawa sendiri ternaknya untuk diobati dan diberikan vitamin.

“Penyakit korengan pada ternak penyebabnya karna parasit. Karna di Maringkik sendiri kan, ternak ini gak punya kandang, bebas”,ujar Petugas UPT Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kecamatan Keruak, Ahmad Zulkurnaen, Kamis (25/04/2024).

Dia menjelaskan, penyakit korengan pada ternak atau scubies termasuk penyakit menular. “Ini kategori penyakit menular. Satu kena, bisa ternak yang juga kena”, paparnya.

“Karna itu, kalau di darat, biasanya dimasukkan kandang, diisolasi dulu sehingga tidak menularkan ke yang lain”, sambung Zulkurnaen.

Selain menular, ujarnya, jenis penyakit ini bisa berdampak parah. Paling vatal itu, dampaknya bisa hewan ternak yang terjangkit mati.

Karna itu, setelah melakukan pengobatan dan pemberian vitamin, pihaknya terus memantau perkembangannya untuk mencegah penyebaran penyakit ini ke ternak lainnya.

Di Pulau Maringkik sendiri hanya ada ternak kambing yang dipelihara warga. Populasinya lebih dari 600 ekor dan sebagian diantaranya terjangkit penyakit korengan.

Ratusan kambing itu dipelihara secara liat, tanpa kandang. Makanan pun tak biasa seperti ternak kambing di darat yang mengkonsumsi rumput. Ternak kambing di pulau ini makanannya mulai dari kertas hingga sisa makanan laut.

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.