Menu

Mode Gelap

Politik · 2 Des 2020 08:28 WITA ·

DPRD Lotim Uji Materi Raperda Pemberdayaan dan Perlindungan Petani


					DPRD Lotim Uji Materi Raperda Pemberdayaan dan Perlindungan Petani Perbesar

Suasana uji materi Raperda di DPRD Lotim

SELONG, DS – Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Lombok Timur menggelar uji materi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pemberdayaan dan Perlindungan Petani, selasa (02/12).

Wakil ketua DPRD Lombok Timur, H. Daeng Paelori yang memimpin pada kesempatan tersebut mengatakan Raperda ini adalah inisiasi anggota DPRD untuk memberikan pemberdayaan dan perlindungan bagi petani Lombok Timur.

“Mudah-mudahan bermanfaat. Sudah lama temen-temen DPR menginisiasi perda ini. Mudah-mudahan tahun ini bisa rampung,” harap Daeng.

Adapun bentuk perlindungan yang dimaksudkan dalam perda tersebut adalah perlindungan jika terjadi bencana. Serta penjaminan ketersediaan pupuk bagi petani agar mengeliminir permainan distributor.

“Bagaimana kalau terjadi bencana, saat posisi petani kita yang sudah mulai panen. seperti apa bentuk ganti ruginya. Bagaimana pemerintah juga secara berkesinambungan memberikan jaminan kepada sarana produksi, seperti pupuk,” ucapanya.

Begitu pula terkait kestabilan harga, terutama saat petani mengalami over produksi. Karena fluktuasi harga masih menjadi masalah yang kerap menghantui petani menjelang panen.

Sementara untuk menjamin ketersediaan pupuk bagi petani, Daeng berharap pemerintah dapat mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pemerintah juga harus menyiapkan petunjuk tekhnis sebagai bentuk tindak lanjut dari perda ini nantinya.

“Saya menyarankan, nanti perda ini harus diatur juga dalam bentuk peraturan Bupati secara tekhnis. Sehingga mengena sasaran dan perlindungan petani kita,” pintanya.

Sementara itu, Iskandar Bahtiar yang merupakan perwakilan Lembaga Pemberdayaan Tani Ternak Sukses Dunia Akhirat (LPTTSDA) mengatakan Raperda pemberdayaan dan Perlindungan Petani yang digagas DPRD Lombok Timur hanya terkait masalah tekhnis pemberdayaan yang telah berjalan juga selama ini.

Menurutnya, yang dibutuhkan petani Lombok Timur adalah jaminan pangsa pasar dan jaminan harga produk pertanian. “Harapan kami, jaminkan petani itu harga. Jaminkan juga pasar yang jelas,” kata dia.

Perlu adanya “satpam harga” yang menjaga agar kestabilan harga produk pertanian tetap terjamin. Terutama dari hasil produk pertanian yang menyerbu dari luar daerah, yang kerap menyebabkan anjloknya harga di daerah.

Sedangkan untuk ketersediaan pangsa pasar, ia berharap pemerintah kabupaten Lombok Timur dapat memanfaatkan BUMD untuk mensuplai produk petani lokal ke hotel dan restauran yang ada di NTB.

“Kita di Lombok ini banyak hotel. Kenapa tidak disuplai ke sana. Berdayakan BUMD, kita punya Agro Selaparang,” harapnya. Dd

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jelang Pilkada Serentak 2024, M16 Prediksi Golkar, Gerindra dan PDIP NTB Sulit berpisah Jalan

21 Mei 2022 - 16:59 WITA

PPP NTB Siap Jadi Pemenang Pileg 2024

18 Mei 2022 - 17:49 WITA

Soal Pelayanan Mudik 2022, Puan Maharani Apresiasi Kerja Pemerintah dan TNI-Polri

17 Mei 2022 - 17:11 WITA

Isu Caleg Impor, Mik Sudi : Masyarakat Sudah Cerdas Pilih Wakil Terbukti Kerjanya

17 Mei 2022 - 07:03 WITA

Puan: Waisak Momentum Refleksikan Pentingnya Saling Membantu dan Menjaga Kerukunan

16 Mei 2022 - 17:47 WITA

Penuhi Kriteria Pemimpin, Masinton : Mbak Puan Ditempa Sejarah dan Waktu Sejak Remaja

16 Mei 2022 - 17:44 WITA

Trending di Politik