Berbagi Berita Merangkai Cerita

Menag Fachrul Razi Terkonfirmasi Positif Covid-19, Gubernur, Pejabat Pemprov dan Wartawan akan Jalani Rapid Test hingga Swab

113

FOTO. Menteri Agama Fachrul Razi saat berdiskusi dengan Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah saat tiba di Lombok sebelum dinyatakan terpapar Covid-19. (FOTO. HUMAS PEMPROV NTB/DS

 
MATARAM, DS –  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah beserta Sekda HL Gita Ariadi dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov NTB mulai menjalani rapid tes dan swab atau tes usap setelah Menteri Agama Fachrul Razi dinyatakan positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi, membenarkan rencana Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah beserta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB akan menjalani rapid tes dan swab atau tes usap tersebut.

“Ya. Yang jauh di rapid dan yang intens di swab,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (21/9).

Nurhandini menjelaskan, selain Gubernur NTB, sejumlah pejabat seperti Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, HL Gita Ariadi, Kakanwil Kemenag NTB dan Rektor UIN Mataram juga akan menjalani rapid tes dan swab. 

Bahkan, sejumlah wartawan yang meliput kegiatan Menteri Agama Fachrul Razi saat melakukan kunjungan kerja di Lombok, NTB selama dua hari pada 16-17 September 2020 juga akan melakukan hal yang sama.

Menurut dokter Eka, saat ini Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, sedang melakukan tracing kontak atau pendataan terhadap sejumlah orang yang sempat kontak langsung dengan Menteri Agama Fachrul Razi saat melakukan kunjungan kerja di NTB.

Termasuk, para tokoh agama dan ormas yang sempat berdekatan dengan Menteri Agama.

“Ya, sedang dilakukan dan sudah di data. Kalau, pejabat Pemprov NTB kita minta bantuan Pak Karo Kesra yang kebetulan hadir di acara Pak Mentri Agama untuk mendata siapa-siapa pejabat yang kontak erat itu,” ungkapnya.

Terpisah Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTB, I Gede Putu Aryadi, mengatakan saat ini pendataan terhadap sejumlah orang yang pernah bertemu Menag sedang dilakukan.

“Sedang dilakukan pendataan dan tracing untuk melihat kedekatan dan lama kontak untuk kemudian dilakukan screening. Pendataan dilakukan oleh petugas kesehatan dan instansi terkait lainnya,” kata dia.

Gede yang juga Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB memastikan, pendataan itu dilakukan menyeluruh.

“Fokusnya melihat kedekatan dan lama kontak untuk kemudian dilakukan screening,” tegas Aryadi.

Diketahui, saat kunjungan kerja di NTB Menteri Agama Fachrul Razi menggelar sejumlah pertemuan, diantaranya peresmian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB sekaligus pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kemenag di wilayah NTB yakni Gerakan Kementerian Agama Menuju Zona Integritas dan Kepedulian Individu yang Religius (Gema Zikir) pada Rabu siang (16/9) di Kota Mataram.

Selanjutnya pada Rabu malam menggelar pertemuan dengan tokoh agama sekaligus melakukan pelantikan pengurus Bravo 5 Provinsi NTB di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat. Kemudian, pada keesokan harinya meresmikan sejumlah gedung baru Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram pada Kamis (17/9).

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) RI Fachrul Razi terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19, namun saat ini kondisi fisiknya dalam keadaan baik.

“Pada 17 September, Menag melakukan tes usap dan hasilnya positif. Namun, alhamdulillah kondisi fisik beliau hingga saat ini terpantau baik tidak ada gejala-gejala mengkhawatirkan,” kata Staf Khusus Menteri Agama Kevin Haikal melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Meskipun dalam kondisi baik, saat ini Menag tengah menjalani proses isolasi dan istirahat. Hal tersebut bagian dari wujud komitmen dalam menaati protokol kesehatan dan memutus mata rantai kemungkinan penyebaran.

“Kami mohon doa dari masyarakat, semoga prosesnya berjalan lancar serta Menag bisa lekas sembuh, semoga hasil tes usap berikutnya negatif sehingga Menag dapat menjalankan tugas-tugasnya kembali,” ujar dia.

Senada dengan itu, juru bicara Kementerian Agama Oman Fathurahman mengatakan Menag sementara ini akan fokus menjalani proses isolasi dan pemulihan kesehatan.

Untuk pelaksanaan tugas birokrasi, Menag sudah mengkoordinasikan dan sekaligus mendelegasikannya kepada Wakil Menteri Agama serta memberi arahan kepada para pejabat terkait.

“Pelaksanaan program Kemenag utamanya dalam ikut mencegah penyebaran Covid-19 di lembaga pendidikan agama dan keagamaan serta lembaga keagamaan menjadi perhatian,” katanya.

Fachrul Razi juga berpesan agar program tersebut berjalan dengan baik. Bantuan yang disalurkan juga supaya tepat sasaran dan akuntabel.

“Menag minta agar program-program dan layanan keagamaan tetap berjalan. Koordinasi akan tetap dilakukan melalui daring,” ujar dia.

Terakhir, Menag juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah dengan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

Sebab, siapapun bisa tertular Covid-19 tanpa terkecuali. Oleh karena itu, masyarakat harus saling berempati, menguatkan dan berikhtiar dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Semoga pandemi ini bisa segera teratasi,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.