Berbagi Berita Merangkai Cerita

Zero Waste, Kreatifitas Mengelola Sampah Bermunculan

11

Audiensi tiga kelompok dan UMKM bersama Wagub NTB

Mataram, DS-Sejak program Zero Waste dicanangkan, semakin bermunculan kreatifitas dan inovasi ditengah masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan sampah, baik itu sampah organik maupun sampah non organik. Setidaknya hal ini dapat mengubah cara pandanh masyarakat tentang sampah.

“Salahsatunya adalah daur ulang sampah,” kata Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menerima audiensi terkait sosialisasi 3 kelompok dan UMKM, Platfor EZIULANG, Jum’at (2/7/2021) di Aula Pendopo Wagub.

Mengolah dan mendaur ulang sampah ini merupakan salah satu konsen Pemrov. NTB. Termasuk mengolah dan mendaur ulang sampah pempera yang dibuat beranekaragam kreatifitas seperti pot dan tong sampah.

Selain itu, pengelolaan sampah organik menjadi maggot. Karena prosesnya memang mengolah sampah agar menghasilkan nilai ekonomis.

“Maggot ini kan dapat menjadi pakan ikan, burung dan ayam,”jelasnya.

Selain itu, konsep EZIULANG yang memproduksi bahan cuci rumah tangga dinilai bagus juga. Hanya saja harus diperhatikan juga kualitasnya berupa penggunaan bahan baku yang tidak membahayakan manusia.

Dari paparan komunitas dan UMKM ini, Ummi Rohmi meminta Dinas LHK agar menularkan konsep dan pemanfaatan sampah ini kepada bank sampah dan masyarakat.

“Sehingga kita bisa mengelola sampah agar dapat memberikan berkah dan nilai ekonomis bagi masyarakat NTB,” katanya.

Ditambahkan Kadis Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Madani Mukarom, kelompok ataupun komunitas bermunculan memanfaatkan sampah.

Kedepan persoalan sampah akan terus dipetakan karena potensinya juga dapat mendukung industrialisasi persampahan.

Pemilik Eziulang, Wawan Setiawan, mengataka UMKM nya bergerak pada produksi pencuci rumah tangga seperti sabun, sampo, deterjen, sabun pencuci piring dan lainnya

“Sistemnya isi ulang, kami jual produknya nanti masyarakat bisa isi ulang,” ujarnya seraya menambahkan dari segi kualitas sangat dikedepankan dengan harga murah.

Produk-produk ini sudah dijual juga di NTB Mall melalui tahapan standar yang ditentukan.

Sedangkan Arifudin asal Narmada, binaan Lazdasi NTB mengatakan konsennya mengatasi persoalan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dijelaskannya ia memilik 8 orang anggota kelompok.

“Tugas kami mengedukasi masyarakat agar terbiasa memilah sampah dan dimanfaatka,” katanya. Produk yang dihasilkan dari sampah organik ini berupa maggot hidup, maggot kering, telor maggot, beby, dan pupuk organik.

Ia berharap Pemrov ikut membina kelompoknya dan memikirkan pasar dari produk maggot. (edy)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.