Kamis , 8 Maret 2018
Home / Pendidikan / PKK NTB GENJOT KAPASITAS KEILMUAN PARA REMAJA
Hj. Erica Zainul Majdi terus melakukan upaya peningkatan kapasitas keilmuan para remaja NTB melalui sosialisasi kelas remaja

PKK NTB GENJOT KAPASITAS KEILMUAN PARA REMAJA

MATARAM,DS-TP PKK Provinsi NTB, di bawah kepemimpinan Hj. Erica Zainul Majdi terus melakukan upaya peningkatan kapasitas keilmuan para remaja NTB melalui sosialisasi kelas remaja angkatan I di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (7/3/2018. Hal ini diselenggarakan dalam rangka menciptakan generasi emas NTB.

Dengan slogan “Remaja NTB, sehat, cerdas dan berprestasi”, Hj. Erica menghadirkan sejumlah narasumber untuk menguraikan topik mengenai “Program Genre”. Di antaranya, dari BKKBN kota Mataram ibu Baiq Nurhayati,”Gizi Remaja” dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB selaku Kabid Kesmas ibu Dra. Panca Yuniati, Apt dan “PUR” dari Kabid KB dan KK DP3AP2KB ibu Aladiana. Serta Ustazah. Hj. Musilati Mahali Fikri.

Istri Gubernur NTB tersebut mengatakan selama 3 bulan, melalui program generasi emas, sehat, cerdas, dan kuat ini TP PKK Provinsi NTB berencana seluruh siswa/siswi SLTA se-NTB untuk mendapatkan materi dan ilmu dari para narasumber yang ahli dan kompeten di bidangnya. Dalam mendukung program pemerintah lanjut Hj. Erica, PKK turun langsung ke desa-desa dan kampung untuk memberi ilmu, arahan, membina serta mendampingi para ibu mulai dari awal masa kehamilan hingga anak-anaknya masuk sekolah. Tujuannya menurut Hj. Erica untuk dapat menghasilkan generasi emas NTB.

Agar seorang perempuan dapat menghasilkan generasi dalam kondisi yang sehat jelasnya, hal-hal yang harus dilakukan guna mendukung program itu, sudah harus dilakukan sejak seorang laki-laki maupun perempuan memasuki usia remaja. “Sejak remaja harus sudah menyehatkan dirinya agar pada saat memasuki masa rumah tangga dapat menghasilkan generasi-generasi emas yang sehat, cerdas dan kuat,” tegasnya

Untuk jangka panjang, lanjutnya,  kekurangan zat besi kelak  susah menghasilkan generasi emas. Disamping itu, anak-anak juga membutuhkan kalsium, folat dan lain-lain. Kekurangan gizi ciri-cirinya adalah kurang semangat, sulit untuk disiplin serta mudah menyerah.

“Untuk jangka pendek, ia mengajak agar mulai memperbaiki gizi dengan memperbanyak mengkonsumsi buah, sayur, daging, berolahraga, selalu mencuci tangan dengan sabun setiap sebelum makan, tidak merokok, mengurangi nasi gula dan garam sehingga akan menjadikan kualitas yang jauh lebih baik dalam menyerap pelajaran.

“Sampaikan juga ke orangtua makan makanan yang baik-baik. Minta disiapkan sayur, buah, ikan dan daging, minimal konsumsi 1 telur setiap hari. Insyaalaah dalam menyerap pelajaran dan beraktifitas, sikap, mental dalam menghadapi tantangan hidup akan lebih positif dan lebih baik jika gizi tercukupi,” kata Hj. Erica.
.hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

WAGUB: KONI HARUS HANTARKAN NTB RAIH PRESTASI

MATARAM,DS-Pemerintah dan masyarakat NTB menaruh harapan besar terhadap kiprah dan kerja keras Koni dalam menghantarkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *