Berbagi Berita Merangkai Cerita

Wow, Ada “Gaji” Pengangguran dari BPJamsostek

316

Akbar Ismail

SELONG, DS – Dengan ditandatanganinya Peraturan Pemerintah (PP) nomer 32 tahun 2021 pada 02 Februari, secara resmi pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) mendapat “gaji” atau santunan dari BPJamsostek. Santunan tersebut diberikan selama enam bulan terhitung setelah pekerja kehilangan pekerjaannya.

Program jaminan sosial ini bernama Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang dikelola langsung oleh BPJamsostek.

Kepala Cabang BPJamsostek Lombok Timur, Akbar Ismail menjelaskan bahwa setiap perusahaan bersekala besar maupun menengah wajib menyertakan karyawannya dalam program ini.

“Syaratnya, perusahaan menengah wajib mengikuti program sampai dengan jaminan pensiun. Otomatis dapat satu program lagi, yakni JKP,” jelasnya.

Namun program baru ini tidak serta meningkatkan iuran BPJamsostek yang selama ini telah diikuti oleh peserta. Karena iuran pada program tersebut telah dibayarkan oleh pemerintah serta dari rekomposisi iuran yang ada di BPJamsostek.

“Besaran iurannya 0,46% dari gaji yang dilaporkan ke BPJamsostek. Tapi tidak menambah beban bagi pemberi kerja ataupun pekerja,” bebernya.

Adapun besaran santunan yang diberikan selama tiga bulan pertama adalah sebesar 45% dari gaji, dan 25% untuk tiga bulan selanjutnya. Peserta juga akan mendapatkan akses informasi pasar dan pelatihan kerja.

“Santunan bulanan selama 6 bulan, pelatihan kerja, dan informasi pasar. Tapi mereka harus bersedia bekerja kembali,” terangnya.

Sayangnya, program ini belum diatur untuk peserta mandiri. Karena yang berpotensi mengalami PHK adalah peserta yang bekerja pada perusahaan. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.