Menu

Mode Gelap

Politik · 7 Nov 2019 05:17 WITA ·

Wawasan Kebangsaan Kebutuhan Membangun Bangsa


					Danrem Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani saat menyampaikan materinya pada sosialisasi wawasan kebangsaan untuk tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan mahasiswa Hotel Grand Legi Mataram Perbesar

Danrem Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani saat menyampaikan materinya pada sosialisasi wawasan kebangsaan untuk tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan mahasiswa Hotel Grand Legi Mataram

MATARAM, DS – Pemahaman generasi muda dan masyarakat tentang wawasan kebangsaan sangat penting ditengah isu munculnya kelompok atau gerakan radikal yang menghadap-hadapkan antara agama dan sistem ketatanegaraan.

Hal itu ditegaskan Kepala Bakesbangpoldagri NTB, H.M. Rum, saat menyampaikan sambutannya pada sosialisasi wawasan kebangsaan untuk tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan mahasiswa Hotel Grand Legi Mataram, Rabu (6/11) kemarin.

“Wawasan kebangsaan merupakan sesuatu yang dibutuhkan untuk membangun bangsa dan negara dengan menjaga dan melestarikan kultur asli bangsa Indonesia agar tidak hilang oleh kultur bangsa asing. Mengingat, adanya wawasan kebangsaan seutuhnya akan menjadi salah satu alat pemersatu bangsa dan negara,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurutnya, pemahaman wawasan kebangsaan perlu di optimalkan lagi. Supaya generasi muda dan masyarakat pada umumnya bisa memahami nilai-nilai 4 pilar kebangsaan yaitu, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka tunggal Ika.

“Sehingga generasi muda dan masyarakat Indonesia, tidak mudah terpengaruh oleh gerakan-gerakan kelompok radikal yangg memaksakan kepentingan politiknya dengan jargon-jargon agama,” ungkap Rum.

Sementara itu, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani dalam materinya mengatakan, wawasan kebangsaan merupakan upaya meningkatkan rasa cinta tanah air, rela berkorban, nasionalisme guna menguatkan ketahanan nasional.
Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara patriot dan sejarah mencatat bahwa kemerdekaan Bangsa ini telah dibayar mahal dengan pengorbanan baik harta, benda, jiwa raga. “Bahkan, para pahlawan kusuma bangsa, rela mengorbankan nyawanya dan hasilnya bisa kita nikmati sampai saat ini,” tegas Danrem.

Menurut Rizal, Proxy War merupakan peperangan yang menggunakan pihak ketiga sebagai dalang non state. Namun pengendalian state itu dilakukan dengan berbagai cara dan bentuknya tidak lain untuk menguasai negara sasaran. Salah satunya melalui media sosial maupun pemberitaan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Untuk itu, mari kita bijak, cerdas dalam menyikapi berita atau informasi yang sifat kebenarannya belum diketahui secara pasti sehingga tidak salah dalam mengambil sikap dan keputusan,” ujarnya.

Selain itu, Danrem juga menyampaikan penyalahgunaan narkoba sebagai salah satu wujud proxy war yang bertujuan merusak jaringan syaraf, khususnya generasi penerus bangsa. Kata dia, narkoba saat ini masuk melalui jalur laut dan udara secara masive. “Sehingg, hal ini harus disikapi bersama dengan menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku bagi para pengedar maupun pengguna narkoba,” tandasnya. RUL

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jelang Pilkada Serentak 2024, M16 Prediksi Golkar, Gerindra dan PDIP NTB Sulit berpisah Jalan

21 Mei 2022 - 16:59 WITA

PPP NTB Siap Jadi Pemenang Pileg 2024

18 Mei 2022 - 17:49 WITA

Soal Pelayanan Mudik 2022, Puan Maharani Apresiasi Kerja Pemerintah dan TNI-Polri

17 Mei 2022 - 17:11 WITA

Isu Caleg Impor, Mik Sudi : Masyarakat Sudah Cerdas Pilih Wakil Terbukti Kerjanya

17 Mei 2022 - 07:03 WITA

Puan: Waisak Momentum Refleksikan Pentingnya Saling Membantu dan Menjaga Kerukunan

16 Mei 2022 - 17:47 WITA

Penuhi Kriteria Pemimpin, Masinton : Mbak Puan Ditempa Sejarah dan Waktu Sejak Remaja

16 Mei 2022 - 17:44 WITA

Trending di Politik