Berbagi Berita Merangkai Cerita

Waspada, Fenomena Curah Hujan 100 Persen di NTB Sampai Mei 2020

46

FOTO. Curah hujan tinggi yang terjadi di Kota Mataram sejak pagi hingga sore setiap harinya. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Fenomena La Nina moderat yang terjadi sejak Oktober 2020 telah meningkatkan curah hujan sampai lebih dari 100 persen di sejumlah wilayah di Provinsi NTB. Diprediksi, indeks variasi angin dan suhu permukaan laut atau dikenal dengan istilah El-Nino Southern Oscillation (ENSO) akan berlangsung hingga Mei tahun 2021 mendatang.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Nindya Kirana, mengatakan Indeks Dipole Mode saat ini berada pada kategori netral dan diprediksi akan tetap netral hingga Mei 2021. Saat ini, angin baratan sudah mendominasi wilayah Indonesia bagian Selatan.

“Adanya pusat tekanan rendah di wilayah perairan Jawa bagian Selatan (Bibit Siklon 96S) mengakibatkan terbentuknya daerah belokan angin di sekitar NTB yang berdampak pada terjadinya angin kencang serta meningkatnya pertumbuhan awan hujan yang tidak merata di wilayah sekitar NTB,” ujarnya pada wartawan, Jumat (11/12).

Namun, pola angin diperkirakan akan kembali normal memasuki awal dasarian III Desember 2020. Pergerakan MJO saat ini terpantau aktif di Benua Maritim dan diprakirakan akan tetap aktif hingga akhir dasarian II Desember 2020.

Sehingga, potensi hujan pada akhir Desember 2020 diprakirakan akan bertambah seiring dengan masuknya musim hujan di wilayah NTB.

Sementara, Prakirawan BMKG Stasiun 4rprakirakan terdapat peluang curah hujan >50mm/dasarian sebesar 90% yang merata hampir di seluruh wilayah NTB kecuali sebagian wilayah Kabupaten Lombok Utara.

“Peluang curah hujan >100mm/dasarian sebesar 60% diprakirakan terjadi di wilayah Kabupaten Lombok Barat bagian Selatan, sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa bagian Timur, sebagian wilayah Kabupaten Dompu bagian Selatan, serta sebagian wilayah Kabupaten Bima bagian barat,” jelasnya.

Nindya Kirana menjelaskan, kondisi dinamika atmosfer yang masih terganggu ini akan berpotensi terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba.

“Masyarakat diimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya perubahan cuaca secara tiba-tiba seperti adanya potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,” ungkapnya.

Selain dampak tersebut, masyarakat diminta waspada bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, genangan air, pohon tumbang serta gelombang tinggi. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.