Berbagi Berita Merangkai Cerita

Warga Terpapar Covid 19 di NTB Tembus 2.000 an

293

MATARAM,DS-Warga yang terpapar Covid 19 di NTB hingga Rabu (29/7) sudah tembus 2.000 an setelah terjadi penambahan pasien baru pada Rabu (29/7) sebanyak 36 kasus. Angka tersebut sangat mengkhawatirkan karena terus terjadi trend peningkatan kasus ditengah berbagai upaya pencegahan yang digalakkan pemerintah.

Kasus positif baru diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram terhadap sebanyak 385 sampel. Hasilnya, 312 sampel negatif, 37 sampel positif ulangan, dan 36 sampel kasus baru positif Covid-19.

Adanya tambahan 36 kasus baru membuat jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB menjadi sebanyak 2.022 orang dengan perincian 1.266 orang sudah sembuh, 110 meninggal dunia, serta 646 orang masih positif.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Pengendalian Covid 19 NTB, HL Gita Ariadi, dalam siaran persnya Rabu mengemukakan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

“Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19,” ujarnya.

Hingga press release dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 2.547 orang dengan perincian 435 orang (17%) PDP masih dalam pengawasan, 2.112 orang (83%) PDP selesai pengawasan/sembuh. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 7.246 orang, terdiri dari 320 orang (4%) masih dalam pemantauan dan 6.926 orang (96%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 16.462 orang, terdiri dari 1.926 orang (12%) masih dalam pemantauan dan 14.536 orang (88%) selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 70.135 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.336 orang (2%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 68.799 orang (98%).

Gita mengakui penularan Covid-19 masih terus terjadi. “Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik. Oleh karena itu, untuk bisa tetap produktif dan beraktifitas ditengah pandemi ini, membutuhkan satu syarat yang harus dipenuhi oleh seluruh masyarakat secara kolektif. Yakni tetap memakai masker pada saat beraktifitas di luar rumah, menjaga jarak (physical distancing) atau tidak berkerumun, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” urainya. ian

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.