Berbagi Berita Merangkai Cerita

Warga Sesela Serbu Kantor Desa Tanyakan KejelasanTabungan Gempa

0 45

LOBAR, DS – Kendati sejumlah daerah yang terdampak gempa di Wilayah Lombok Barat telah menerima pembagian buku tabungan bagi korban gempa yang rumahnya rusak sedang dan ringan secara serentak sejak Minggu (27/1) lalu, kondisi itu tidak dirasakan oleh salah satu desa di Kecamatan Gunungsari, yakni Desa Sesela.

Pasalnya, dari total 1.984 penerima bantuan rumah terkatagori rusak sedang dan ringan yang telah di SK-kan oleh Bupati Lobar, justru mayoritas warga itu terpantau belum memperoleh hak mereka berupa buku tabungan yang dikeluarkan oleh BRI.

Akibatnya, warga  di salah satu wilayah terparah di kabupaten Lobar itu mendatangi kantor desa setempat pada Selasa (29/1).

Salah satu warga dusun Kebon Bawak, desa Sesela, Andi mengatakan, jika jadwal pembagian buku tabungan yang dilakukan pada Minggu (27/1) lalu, justru banyak warga yang belum mengetahuinya.

Menurut dia, seluruh warga terdampak gempa sudah tidak tahan terkait simpang siurnya informasi kapan warga akan memperoleh hak mereka sesuai janji Presiden Joko Widodo tersebut. Padahal, semua persyaratan memperoleh bantuan. Diantaranya, pembentukan kelompok masyarakat (Pokmas) sudah dilakukan oleh warga setempat dengan difasilitasi aparat Desa Sesela.

“Jujur, ite pade selapuan nie bingung (kita semua ini pada kondisi kebingungan), piran selesai ape-ape nie (kapan selesai semuanya ini). Kan semua persyaratan sesuai apa yang diingkan oleh pemerintah daerah sudah kita penuhi, lantas dimana mandeknya dana bantuan dari Pak Presiden ini,” ujar Andi dalam dialog bersama Fasilitator dan aparat desa Sesela.

Menurut dia, informasi terkait pembagian buku tabungan yang serentak dilakukan pada Minggu lalu, dirasa membingungkan. Lantaran, informasi itu baru diterima warga pada Minggu pagi, sementara banyak warga yang kebanyakan adalah petani, tukang dan pedangang tengah bekerja menunaikan kewajiban mereka.

Parahnya, kata Andi, waktu Minggu (27/1) sore hari, warga yang mengejar ke kantor desa jauh-jauh dari tempat kerja untuk melengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan oleh pihak bank. Justru, kecewa. Lantaran, pihak petugas bank sudah pada balik untuk bertugas ke wilayah lainnya.

“Ini yang membuat kami kecewa, artinya ada upaya mempersulit masyarakat untuk memperoleh dana bantuan itu. Syukurlah, atas inisiatif Sekdes dan Kepala Dusun, kita bisa ketemu untuk menyampaikan kondisi yang sebenarnya kita alami, karena memang kami sudah jenuh atas program bantuan rumah ini yang njelimet dan terkesan memberatkan kami yang mengalami musibah ini,”  kata Andi kecewa.

“Karena, lama prosesnya dana itu dicairkan sudah banyak warga yang membangun sendiri rumah mereka yang rusak dengan dana pinjaman,” tambah Andi.

Terpisah, Sekdes Sesela Parman Andi Triwinardi, mengaku, sengaja pihaknya menghadirkan perwakilan warga penerima bantuan rumah terdampak gempa dengan didampingi Kadus dan Ketua RT nya agar ada pemahaman terkait mekanisme dana bantuan rumah agar tidak simpang siur.  Hal ini penting agar kepastian informasi muncul dari sumbernya langsung, yakni fasilitator yang ditunjuk BPPD Lobar dan pemprov NTB.

Ia membenarkan, jika belum semua warga di wilayahnya menerima buku tabungan untuk bisa mencairkan dana bantuan itu.

“Memang cukup banyak yang belum mendapatkan tabungan karena saat petugas bank BRI datang mereka tiba-tiba hadir pada Minggu, itupun sudah datang jam 10.00 Wita, baliknya sudah pukul 16.00 Wita, alasannya mereka diminta geser ke tempat lainnya, sehingga akan dijadwalkan ulang untuk warga yang banyak belum memperoleh buku tabungannya itu,” kata Parman.

“Yang pasti, tugas kami akan terus berupaya melakukan sosialisasi dan edukasi untuk memberi pemahaman pada warga terkait mekanisme pencairan, sehingga fasilitatornya tahu kondisi yang dialami masyarakat di Sesela. Nanti, kalau pencairan dan pembuatan buku tabungannya, kita serahkan ke fasilitator untuk mempercepat pelaksanannya ke pihak terkait,” ujar Parman Andi Triwinardi. fm

Leave A Reply