BSK Samawa

Wamenag RI Hadiri Tasyakuran NW di Lombok Timur

Selong, DS- Wakil Mentri Agama Republik Indonesia (Wamenag) RI, Syaiful Rahmat Daisuki, menghadiri acara tasyakuran organisasi Nahdlatul Wathan (NW) yang diselenggarakan di Ponpes Zyaikh Zainuddin NW Anjani, Kamis (29/2/2024).

Di hadapan ribuan santri, Syaiful menyampaikan keinginannya untuk membentuk Direktoral Jendral (Ditjen) Pondok Pesantren (Ponpes).

“Ini syiar kita. Kita ingin buat legacy kebijakan di masa-masa akhir kepemimpinan Gus Yaqut sebagau Menteri Agama, kita ingin mendorong ponpes menjadi keditjenan sendiri yang selama ini dibawah Ditjen Pemdis,” ucapnya.

Ditegaskan, Ponpes sudah selayaknya berdiri sendiri mengingat peran serta Ponpes dalam memperjuangkan kemerdekaan masa lalu dan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) ke depan sangat besar.

Karena itu, sebutnya, ponpes perlu memiliki naungan yang bisa mengelola setiap potensi yang ada dengan konsisten.

“Kita ingin kedepan ponpes terkelola dengan baik dan diperhatikan dengan baik dan semulia mulianya,” tegasnya.

Nantinya, kata dia, setiap Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada pada Dirten Ponpes harus diisi oleh merwka yang mengetahui seluk beluk Ponpes.

“Artinya disi oleh mereka yang berasal dari Ponpes, saat ini mentrinya dari santri, wakilnya juga santri, dan keberpihakan kami untuk pesantren itu 100 persen,” tekannya.

Diharapkannya Dirjen Ponpes mampu memperlihatkan kualitas dan melahirkan santri yang menjadi kebanggaan agama dan juga negara.

Pihaknya bahkan sudah melakukan pembahasan untuk itu, dan saat ini sudah dalam tahapan finalisasi.

“Untuk itu kita dorong putusannya nanti di Presiden,” tegasnya.

Ketum PBNW, TGKH Muhammad Lalu Gede Zainuddin Atsani, menyambut baik apa yang menjadi keinginan dari Menag sendiri ihwal adanya Ditjen Ponpes.

Dikatakan, saat ini Ponpes NW sudah tersebar di 38 Provinsi dengan sebanyak 2.300 madrasah.

“Dan alhamdilillah sampai hari ini tetap berjalan dan itu dibawah naungan Menag dan Kemendikbud,” katanya.

Khusus Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Lombok Timur saat ini berjalan 14 Lwmbaga, dari tinkat TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

“Alhamdulillah ada 13.000 santri dan ratusan tenaga pengajar, dan seluruhnya yang mengabdi ada 600 tenaga pengajar,” ungkapnya.

Ditekankannya, pihak NW menyambut baik pembentukan Ditjen Ponpes tersebut.

“Apalagi saat ini di Indonesia banyak sekali Ponpes dan Madrasah khususnya di NW, maka kehadiran Ditjen Ponpes akan sangat membantu dalam menyalurkan hak dan perhatian lebih pemerintah kepada Ponpes sendiri,” katanya.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.