Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 6 Mei 2020 09:26 WITA ·

Walikota Dongkol Satu Pasien Positif Istri Anggota DPRD Mataram Nginep di Hotel


					Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram saat melakukan penjemputan pada satu pasien positif yang menginap di hotel kawasan Cakranegara, Kota Mataram Perbesar

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram saat melakukan penjemputan pada satu pasien positif yang menginap di hotel kawasan Cakranegara, Kota Mataram

MATARAM, DS – Salah satu pasien positif ditemukan menginap di hotel. Pasien itu adalah RK (35), istri salah satu anggota DPRD Kota Mataram. RK terkonfirmasi positif setelah hasil swab diumumkan Pemkot Mataram pada Senin (4/5) malam.

Sesuai protokol penanganan Covid-19, tim terpadu menjemput pasien di kediamannya di Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang. Namun yang bersangkutan tidak berada di tempat.

Tim terus mencari di rumah orangtua pasien. Hasilnya juga nihil. Tim gugus tugas kemudian berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk melacak keberadaan pasien.

RK akhirnya ketahuan menginap di salah satu hotel di Cakranegara setelah karyawan hotel memastikan identitas pasien dicari oleh petugas sama. RK menginap bersama empat anggota keluarganya. Dari kediamannya, bersangkutan menggunakan jasa angkutan atau taksi online menuju hotel pada sore hari.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi membenarkan, RK terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. Tim terpadu langsung melaksanakan prosedur tetap penanganan virus Corona mencari pasien untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Namun demikian, tim medis tidak menemukan yang bersangkutan di kediamannya.

“Iya, memang positif. Setelah dicari tidak ada di rumahnya,” ujar Usman dikonfirmasi wartawan, Selasa (5/5) malam.

Pihaknya berkoordinasi dengan kecamatan untuk mencari tahu kemana pasien tersebut. Sikap tak kooperatif pasien ini dinilai akan membahayakan keluarga dan orang lain. Karena tidak menutup kemungkinan orang lain akan terpapar.

“Ini yang bahaya. Kita harap dia kooperatif saja. Mau diisolasi di mana tinggal komunikasi saja,” kata Usman menyarankan.

Sementara itu, Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, H. Ahyar Abduh merasa dongkol dengan tindakan pasien tersebut. Secara prosedur tim bekerja dengan baik tetapi pasien memilih menghilang atau tidak berada di rumah saat dijemput.

“Ini kan bikin pekerjaan lagi,” jawabnya kesal.

Saat proses pencarian justru RK ditemukan menginap di hotel bersama anaknya. Kondisi ini akan membahayakan bagi karyawan hotel dan masyarakat lainnya.

Apalagi, informasinya sambung Wali Kota Mataram, yang bersangkutan menggunakan taksi online menuju hotel. Dan, sempat memesan makanan untuk makan sahur menggunakan aplikasi ojek online.

Pemerintah memiliki pekerjaan baru lagi. Artinya, karyawan hotel yang bersentuhan langsung dengan pasien harus dicek kesehatannya. Termasuk melacak taksi dan ojek digunakan saat ke hotel dan memesan makanan.

“Mau tidak mau harus kita tracing. Ini kan nambah pekerjaan lagi,” tegas Ahyar.

Pemkot Mataram sangat serius menangani Covid-19. Tetapi sambung Walikota, jika masyarakat seperti ini akan memperlambat pemutusan mata rantai penyebaran virus Corona. Meskinya, pasien kooperatif menjalani prosedur. Meskipun tidak memiliki gejala apapun. “Tapi, yang kita khawatirkan penularan melalui transmisi lokal,” tandas Ahyar Abduh. RUL

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gerakan Penurunan Stunting, 304 Anak Protein Hewani Dapat Bantuan

5 Oktober 2022 - 17:50 WITA

Sekira 70 Persen Stunting Diakibatkan Lingkungan

23 September 2022 - 05:55 WITA

Gerakan Sikat Gigi dan Mulut Mulai dari Sekolah, Ini Kata Wagub NTB

12 September 2022 - 20:59 WITA

Pertama Kali, Bayi Kembar Empat Lahir Selamat di RSUD NTB

8 September 2022 - 06:45 WITA

Tingkatkan Keamanan Pangan Nasional, BBPOM Mataram Gelar Bimtek

7 September 2022 - 17:57 WITA

Kejar Target Vaksinasi Booster Covid-19, Begini Alasannya

3 September 2022 - 06:15 WITA

Trending di Kesehatan