Berbagi Berita Merangkai Cerita

Wali Kota Mataram Tak Izinkan PBM Tatap Muka 5 Januari

574

FOTO. Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh (kiri) saat menghadiri pisah sambut Kepolres Mataram. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram yang akan memulai pembelajaran tatap muka (PBM) pada 5 Januari, dipastikan batal. Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh belum memberikan lampu hijau atau izin untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal Januari 2021 ini.

“Bagi saya, kesehatan masyarakat dinilai paling utama, sehingga tidak muncul klaster baru. Jangan sampai anak anak ini jadi korban,” tegas Walikota Ahyar dalam siaran tertulisnya, Minggu (3/12).

Ahyar yang menjabat Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram mengaku, pihaknya masih terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan kasus coronavirus di wilayahnya.

Hal ini yang menyebabkan, dirinya belum memutuskan pembelajaran tatap muka dilaksanakan secara langsung.

“Kita fokus dulu ke rencana memeriksa kesehatan dengan metode tes cepat virus corona atau rapid test dinilai sebagai bentuk persiapan,” ungkapnya.

Wali Kota mengakui, jmlah kasus baru Covid-19 di Mataram terus mengalami peningkatan. Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama melaksanakan tiga M yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Bagi yang urusan penting ke luar daerah untuk betul betul disiplin dengan protokol kesehatan. Jangan sampai pulang membawa virus,” tandas Ahyar Abduh.

Sementara itu, Kepala Disdik Mataram HL.
Fatwir Uzali mengatakan, dari hasil kegiatan pengawasan langsung terhadap sekolah se-Kota Mataram mulai dari tingkat TK, SD dan SMP terkait kesiapan sarana dan fasilitas pencegahan Covid-19 di lingkungan sekolah, sudah dilaksanakan.

“Alhamdulillah, semua sekolah prinsipnya sudah menyiapkan fasilitas pencegahan Covid-19 termasuk jadwal masuk siswa dengan sistem sif. Tapi, ternyata kondisi saat ini tidak sesuai dengan yang kita rencanakan,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, untuk persiapan tes cepat (rapid test) Covid-19 terhadap guru juga sudah direncanakan dan siap mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Mataram.

“Untuk rapid test Covid-19 kepada guru, tergantung kapan ada izin tatap muka. Minimal seminggu sebelum dilaksanakan PBM tatap muka, tes cepat Covid-19 terhadap guru bisa kita laksanakan,” tandas Fatwir. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.