Berbagi Berita Merangkai Cerita

WALHI Soroti Hibah ke Yayasan Sinergi

67

FOTO. Murdani. (FOTO. RUL/DS

MATARAM, DS – Program bantuan hibah pada Kader Lestari Fellowship Program (KLFP) NTB yang dilaksanakan oleh Yayasan Sinergi NTB senilai Rp 500 juta yang bersumber dari APBD NTB tahun 2020, terus menggelinding.

Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) NTB yang kini melakukan investigasi pada program yang bersumber dana dari hibah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, mengendus adanya dugaan unsur kelalaian yang dilakukan oleh OPD terkait.

Eksekutif Daerah (ED) WALHI NTB, Murdani mengatakan, jika merujuk pada ketentuan yang termaktub dalam Permendagri Nomor 13 tahun 2018 tentang pemberian bansos dan hibah yang bersumber dari APBD, maka laporan program dan kegiatan yang dilakukan oleh penerima hibah harus disampaikan paling lambat tanggal 10 Januari.

“Lantas kenapa Dinas LHK melalui PPK justru masih menunggu si penerima hibah, yakni Yayasan Sinergi NTB untuk menunggu laporan yang hingga kini belum masuk ke mereka. Padahal, kan jelas ketentuannya. Laporan si penerima belum sekalipun diberikan sesuai deadline waktu yang sudah ditentukan sesuai aturan,” tegas Murdani pada wartawan, Kamis (28/1).

Menurut dia, sikap diam yang dilakukan OPD tersebut jelas menimbulkan tanda tanya publik. Oleh karenanya, patut diduga ada unsur kelalaian dan kesengajaan dalam memberikan obyek bantuan (hibah) kepada pihak yang tidak kompeten.

Apalagi, di Pasal 7 ayat 2 pada Permendagri Nomor 13 tahun 2018 juga telah diatur adanya ketentuan pemberian bantuan hibah harus pada lembaga atau yayasan yang telah terdaftar di Kemenkumhan paling lama 3 tahun.

Selain itu, lembaga itu harus pula memiliki ketentuan, yakni berpengalaman dan mampu mengerjakan sesuai spesifikasi bantuannya.

“Nah, kalau soal penghijauan, maka jelas lembaga itu berpengalaman melakukan kegiatan yang dimaksud. Prinsipnya, Walhi yang dikenal konsen dengan isu lingkungan mendukung jika banyak pihak yang peduli pada kondisi lahan dan lingkungan hidup NTB, termasuk jika benar Yayasan Sinergi NTB melakukan penghijauan di lahan kritis di Pulau Lombok,” jelas Murdani.

Terkait posisi Dinas Lingkungan Hidup NTB sebagai pihak pemberi bantuan. Kata dia, ada praktik dugaan kelalaian pada pemberian hibah itu.  Hal itu, menyusul hingga Januari 2021 yang akan berakhir tanggalannya, justru laporan hasil kegiatan yang dilakukan si penerima hibah tak kunjung diserahkan pada OPD terkait.

Parahnya, selama proses berjalannya pekerjaan hibah, pihak OPD terkait terkesan tidak sama sekali melakukan monitoring dan evaluasi (monev). Padahal dalam ketentuan aturan tersebut, yakni di Pasal 19 ayat 3 dan Pasal 20 di Permendagri Nomor 13 tahun 2018 telah dijelaskan bahwa OPD terkait harus melakukan monev terhadap hasil pekerjaan si penerima hibahnya.

“Kesimpulan kami dari pemberian hibah ke Yayasan Sinergi NTB kali ini, terlihat ada dugaan unsur pembiaran. Maka, wajar jika aparat penegak hukum sudah bisa memproses kasus hibah ini,” tandas Murdani

Sementara itu, tercatat di dokumem proposal usulan Yayasan Sinergi ke OPD DLHK masuk pada tahun 2019 lalu. Sementara, ealisasi program ini harus dilaksanakan pada tahun 2020 kemarin.

Oleh karena itu, sangat terlihat pemberian hibah Rp 500 juta ini melukai rasa keadilan. Apalagi, di tengah pandemi dan kebijakan recofosing anggaran, justru ada yayasan diganjar hibah dalam jumlah yang cukup besar

“Di era pandemi, sepatutnya anggaran lebih baik diberikan pada masyarakat yang lebih membutuhkan dan bukan pada lembaga atau yayasan yang dekat dengan penguasa seperti saat ini,” tandas Murdani.

Diketahui, dalam usulan program Yayasan Sinergi NTB akan menanam sebanyak 20 ribu batang pohon. Rinciannya 40 ribu di Pulau Sumbawa dan 10 ribu di Pulau Lombok.

Nyatanya dalam realisasi hingga berakhirnya masa kerja program ini, tak ada satu pohon pun yang ditanam. Tak hanya itu, beberapa item kegiatan juga tidak dikerjakan.

Imbas dari kegiatan ini berbuntut pada kerugian uang negara. Kerugian yang dimunculkan dalam program ini diduga hingga ratusan juta rupiah. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.