Berbagi Berita Merangkai Cerita

Wagub Umi Rohmi Ingatkan Pentingnya Modal Kesetiakawanan Sosial

0 8

MTARAM,DS-Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd mengingatkan agar semua komponen masyarakat bersungguh-sungguh menanamkan jiwa kesetiakawanan sosial sebagai modal membangun daerah dan bangsa Indonesia.

“Kesetiakawanan sosial ini modal besar dan pilar kuat yang kita miliki. Tidak mungkin kita membangun NTB tanpa kebersamaan, kesetiakawanan, gotong royong dan sinergiritas,” ujar Wagub saat memberikan sambutan pada Bulan Bakti Kesetiakawanan Sosial Nasional (BBKS) , Bulan Bhakti Karang Taruna (BBKT) dan Hut ke 61 tahun Provinsi NTB, Rabu (11/12/2019) di Lapangan Islamic Center.

Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi sempat memuji dan mengapresiasi seluruh pilar-pilar Kesos NTB yang selama ini dinilainya banyak membantu program strategis NTB Gemilang seperti pembentukan bank sampah, revitalisasi posyandu dan zero waste di desa-desa.

“Didalam kita menggalakkan NTB Zero Waste atau NTB Bersih, pendamping PKH terdepan memelopori terbentuknya bank sampah bersama masyarakat,” ungkapnya. Begitu juga revitalisasi posyandu menjadi posyandu keluarga yang menjadi pilar terdepan memproteksi masalahah-masalah kesehatan, sosial dan lingkungan di NTB. “PKH memiliki peran penting mendorong dan meyakinkan masyarakat untuk berkunjung ke posyandu,” jelas Ummi Rohmi seraya mengingatkan bahwa pekerjaan belumlah tuntas.

“PR” yang masih harus disukseskan, kata Umi Rohmi adalah program revitalisasi lebih dari 7000 Pposyandu menjadi posyandu keluarga. Yakni, posyandu yang terintegrasi melayani balita, remaja, dewasa, ibu-ibu hingga lansia. Juga menggandeng bank sampah sebagai penggerak ekonomi keluarga. “Masyarakat yang konsultasi dapat menukar dengan sampah, sampah ini dikelola oleh bank sampah untuk menghasilkan nilai ekonomis,” jelasnya.

Ia mengajak semua pihak belajar menghadapi bencana menyusul NTB daerah rawan bencana. Namun, bencana bukan untuk di takuti melainkan bagaimana cara menghadapinya. Karena itu, Tagana yang berada hingga desa dan dusun harus maksimal memberikan edukasi dan mitigasi bencana kepada masyarakat.

“Kita harus belajar menghadapi situasi ketika bencana, tindakan dan langkah yang dilakukan saat terjadi bencana sehingga harapannya desa di NTB harus Tangguh Bencana,” ajak ranita yang dinobatkan sebagai Wanita Inspirasi Indonesia pada Hari Kesetikawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2019 yang dirangkai dengan Jambore pilar-pilar pembangunan kesejahteraan Sosial, dengan mengusung tema “Kesetiakawanan Sosial Kuat NTB Gemilang”.

Mewakili Kemensos RI, Juliari P. Batubara, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Rachmat Koesnadi mengingatkan, bahwa manusia lahir untuk saling memberi, menolong dan membantu sesama manusia tanpa ada rasa pamrih. Dalam semua agama mengajarkan tentang esensi manusia sebagai mahluk social untuk saling interaksi dan menolong sesama mahluk hidup.

Rahmat Kusnadi mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Pemrov NTB. Ia merasa bangga melihat penggiat kemanusiaan sejak awal apel perayaan HKSN begitu padu dan kompak. Dengan modal kekompakan ini pelayanan kepada penerima manfaat sosial bisa cepat dan tepat.

“Kemensos RI sangat mengapresiasi dan bangga akan tugas saudara, saudari yang begitu mulia dan ihklas dalam memberikan pelayanan kesejahteraan sosial, khususnya dalam pelayanan korban bencana gempa bumi tahun 2018 yang lalu,” ucap Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Rachmat Kusnadi.

Penyelenggaraan pembangunan bidang kesejahteraan sosial merupakan amanat UU Nomor 11 tahun 2009 tentang kesejahteraan sosial menjadi tupoksi Kemesos sebagai leading sector. Pembangunan kesejahteraan sosial diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan para penyandang masalah kesejahteraan sosial atau PMKS dalam menyelesaikan permaslahan secara bersama-sama. “Sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat yang setinggi-tingginya bisa tercapai,” jelasnya.

Kegiatan pembangunan kesejahteraan sosial tidak dapat dilaksanakan hanya oleh pemerintah saja, namun butuh kerjasama dan sinergi serta dukungan dari berbagai komponen masyarakat yang secara langsung terlibat dalam pembangunan dan keberlangsungan program kesejahteraan sosial.

Ia berharap HKSN dan Jambore ini menjadi momentum pilar-pilar sosial di seluruh kabupaten/kota se-NTB untuk konsolidasi sehingga informasi dari kesepakatan dan arahan pembina di tingkat provinsi. Untuk mewujudkan kerja cepat dalam memberikan pelayanan social kepada masyarakat.

Sementara itu, Kadis Sosial Provinsi NTB, Dra. T. Wismaningsih D., menyampaikan rangkian kegiatan ini dimulai sejak Selasa (10/12) dan akan berakhir Kamis (12/12). Meliputi gerak jalan sehat, donor darah, pelayanan kesehatanan, pelayanan kesehatanan mata, pelayanan KB dari, penanaman pohon di IC, bersih lingkungan, Tagana go to school, Sosialisasi Narkoba dari BNN, pembagian sembako dan pembagian daging.

Kegiatan HKSN dan Jambore ini melibatkan 1.279 peserta yang terdiri dari pilar pilar kesejahteraan sosial. Seperti Tagana, TKSK, TPSM, LKSK, CSAR, Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia, Pelopor Perdamian, Penyuluh masyarakat, pengurus Karang Taruna Indonesua, SDM PKH yang terdiri dari pendamping, koordinator wilayah Kabupaten dan regional se-NTB hadir di halaman Islamic Center Kota Mataram NTB. “Hadir juga keluarga penerima manfaat sampai 1.000 orang,”jelasnya di depan Kadis Sosial Kabupaten/kota se-NTB.

HKSN dan Jambore ini menurut Kadisos NTB, sebagai ajang untuk memperkuat komitmen pekerja social dalam memberikan pelayanan untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga mewujudkan cita-cita kita bersama dalam bingkai NTB Gemilang. Edy

Leave A Reply