Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 16 Feb 2017 09:46 WITA ·

Wagub Terima 56 Peserta PIDI


					Pembekalan Peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan I Periode Februari 2017 Perbesar

Pembekalan Peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan I Periode Februari 2017

MATARAM,DS-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Muh Amin SH., M. Si i menerima secara resmi 56 peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) periode I Februari 2017. Wagub didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Ketua KIDI (Komite Internsip Dokter Indonesia) Provinsi NTB dan Wakil Ketua KIDI Pusat di Hotel Grand Legi Mataram, Kamis (16/2/17).

Ketua KIDI Provinsi NTB, dr. H. Agus Pracoyo, mengemukakan kegiatan itu merupakan serah terima Pusat ke Pemerintah Provinsi NTB dalam rangka meningkatkan kemampuan yang sudah diperoleh saat berada di Fakultas Kedokteran. Di Provinsi NTB, kini sudah memiliki 13 wahana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) maupun Rumah Sakit Swasta Kelas C dan 13 Puskesmas. Kedepannya, KIDI berencana untuk menambah wahana-wahana tersebut guna mempersingkat waiting list dokter yang kian hari kian meningkat.

Agus Pracoyo berharap program ini nantinya dapat membawa dampak positif bagi mutu pelayanan kesehatan, khususnya di Provinsi NTB sebagai salah satu lokasi pelaksanaan PIDI. Untuk itu tenaga medis harus memiliki kemampuan sumberdaya dan keahlian medis yang  nantinya akan mampu bersaing dengan negara-negara lain di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Jangan sampai ini menjadi pintu masuk bagi negara asing, kita harus bisa jadi tuan rumah di daerah kita sendiri”, ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua KIDI Pusat, DR. dr. Wawang Sukarya, S.POG  menyampaikan, program seperti ini juga bertujuan untuk memandirikan dokter-dokter muda yang ada di Indonesia, karena terdapat perubahan pada sistem pendidikan. Ia  berharap hal ini bisa membantu perubahan mutu pelayanan kesehatan.

Dari total lima 56 dokter, terdiri dari 21 dokter yang berasal dari Universitas Provinsi lain. Program Internsip ini akan berlokasi di Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu selama kurun waktu 1 tahun.

Sementara itu Wagub NTB, H.Muh.Amin menilai program tersebut sangat strategis dan mampu meningkatkan daya saing kualitas manusia karena mampu menghasilkan dokter-dokter yang profesional serta memahami sosio kultur dan budaya dimana mereka ditempatkan.

Selain itu, kata dia, dokter-dokter harus kompeten, beretika, memiliki kemampuan manajerial dan memiliki kemampuan internsip yang baik sesuai dengan standar yang dibutuhkan internasional.

Menurutnya, setiap dokter harus membangun kecocokan secara emosional. “Menangani pasien itu dengan rasa tulus, ikhlas, dan tidak dengan mempertimbangkan apapun apalagi yang sifatnya materi,” tegasnya.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PKK Punya Peran Besar Cegah Narkoba

19 Mei 2022 - 07:03 WITA

Wagub NTB Semangati Anak-anak untuk Vaksinasi

19 Mei 2022 - 06:58 WITA

Ratusan Ternak di Loteng dan Lotim Positif PMK, DPRD NTB Minta Pemprov Turun Tangan Bantu Lakukan Vaksinasi Ternak

18 Mei 2022 - 17:45 WITA

Kepala Bernanah Terus-Menerus, Bocah 5 Tahun Digelontor Bantuan

17 Mei 2022 - 06:59 WITA

Mudik Lebaran Idul Fitri, RSUD Provinsi NTB Siap Beri Pelayanan 24 Jam

4 Mei 2022 - 18:04 WITA

Jadikan Mata Telinga Gubernur, “NTB Care” Gulirkan Bantuan Kursi Roda untuk Said

26 April 2022 - 22:18 WITA

Trending di Kesehatan