Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 7 Okt 2019 04:54 WITA ·

Wagub Rohmi : Lingkungan Buruk Picu Balita Stunting di NTB


					Wagub Sitti Rohmi Djalilah didampingi Plt Kadis Kominfotik NTB saat menghadiri Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia yang digelar di Car Free Day Jalan Udayana Perbesar

Wagub Sitti Rohmi Djalilah didampingi Plt Kadis Kominfotik NTB saat menghadiri Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia yang digelar di Car Free Day Jalan Udayana

MATARAM, DS- Sekitar 70 persen jumlah anak yang mengalami Stunting atau gagal tumbuh di NTB akibat kekurangan gizi kronis dipicu persoalan lingkungan. Buang air besar (BAB) sembarangan memiliki dampak langsung bagi tumbuh kembang balita.

“Balita stunting juga bisa disebabkan oleh kebiasaan BAB sembarangan. Maka dari itulah kebersihan sudah menjadi kebutuhan kita, bahkan kewajiban yang harus kita wujudkan di NTB,” ujar Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah saat menghadiri Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia yang digelar di Car Free Day Jalan Udayana, Mataram, Minggu (6/10).

Wagub mengakui mewujudkan dan menjaga lingkungan bukan saja merupakan pekerjaan pemerintah, namun sinergi dan kerjasama semua pihak. Kata Rohmi, semua pihak harus bergerak diantaranya pemerintah, sektor swasta, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) dan masyarakat NTB.

“Semua pihak harus sungguh-sungguh bergerak sesuai dengan lingkungan komunitasnya dan tanggungjawabnya dimana dia harus bergerak,” kata dia.

Rohmi mengajak masyarakat menjaga lingkungan. Salah satu cara sederhana dan mudah dilakukan dengan cara memilah dan mengelola sampah. Untuk itu, tidak disatukannya sampah non organik seperti plastik, beling dan lainnya harus mulai dilakukan. “Begitupun sampah organik seperti sisa makanan, limbah dapur dan dedaunan untuk dipisahkan,” ucap dia.

Menurut Rohmi, setelah sampah dipisah, bank sampah yang akan bergerak. Ini merupakan bentuk fasilitasi pemerintah sehingga sampah dapat dikelola sebagai sumber daya. “Sampah ini kalau kita pandai memperlakukannya dengan cara mengelolah dan memilahnya akan menjadi sumber daya. Sampah ini tidak menjadi jijik dan dapat meminimalisir bencana dengan nilai ekonomi yang dapat menghasilkan uang,” jelasnya.

Saat ini pihaknya tengah fokus memperjuangkan terwujudnya NTB Bebas Sampah (Zero Waste). Sehingga, mulai tahun 2020 Pemkot Mataram dijadikan pilot project tentang kebersihan lingkungan. Dimana, jajaran Pemkot harus terus mengampanyekan agar warganya memilih dan memilah sampah untuk dibawa ke TPA Kebun Kongo.

“Kalau dibawa tanpa dipilah maka TPA Kebun Kongo akan menolak sampah tersebut, ini sudah menjadi komitmen bersama,” tegasnya. Wagub juga mengingatkan masih tersisa waktu 3 bulan agar masyarakat mulai membiasakan diri memilah sampah. “Harus mulai dari diri, keluarga dan rumah tangga kita semua,” tandas Rohmi. fm

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PKK Punya Peran Besar Cegah Narkoba

19 Mei 2022 - 07:03 WITA

Wagub NTB Semangati Anak-anak untuk Vaksinasi

19 Mei 2022 - 06:58 WITA

Ratusan Ternak di Loteng dan Lotim Positif PMK, DPRD NTB Minta Pemprov Turun Tangan Bantu Lakukan Vaksinasi Ternak

18 Mei 2022 - 17:45 WITA

Kepala Bernanah Terus-Menerus, Bocah 5 Tahun Digelontor Bantuan

17 Mei 2022 - 06:59 WITA

Mudik Lebaran Idul Fitri, RSUD Provinsi NTB Siap Beri Pelayanan 24 Jam

4 Mei 2022 - 18:04 WITA

Jadikan Mata Telinga Gubernur, “NTB Care” Gulirkan Bantuan Kursi Roda untuk Said

26 April 2022 - 22:18 WITA

Trending di Kesehatan