Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 19 Mei 2022 06:58 WITA ·

Wagub NTB Semangati Anak-anak untuk Vaksinasi


					Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah,  menyaksikan Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kepulauan Riau secara daring.kmf Perbesar

Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah, menyaksikan Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kepulauan Riau secara daring.kmf

Mataram,DS-Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah, menyaksikan Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kepulauan Riau secara daring di Puskesmas Gunung Sari, Lombok Barat, Rabu (18/05).

Usai pencanangan, Wagub Ummi Rohmi juga menyaksikan langsung pemberian vaksin dan memberikan semangat serta pujian kepada anak-anak yang akan diberikan vaksin

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr L Hamzi Fikri mengatakan, imunisasi dasar lengkap telah dimulai 2021 lalu. Sebagai tambahan di tahun ini, campak dan rubella diberikan karena beberapa Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa propinsi di Indonesia.

“Kasus campak dan rubella di NTB rendah namun ditambahkan dalam bulan imunisasi anak tahun ini menghindari penyebarannya yang cukup cepat”, jelas dokter Hamzi.

Ditambahkannya, di tahun 2021 imunisasi anak sudah mencapai 94,5 persen dan tahun 2022 ini baru 23,5 persen.

Sedangkan capaian imunisasi secara global dan nasional terjadi penurunan karena dampak pandemi sehingga strategi BIAN pada tahun ini diharapkan berjalan dengan dukungan semua pihak seperti vaksinasi Covid 19.

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mewakili Presiden RI mengatakan, sejak pandemi terjadi salah satu reformasi kesehatan adalah perbaikan layanan dasar kesehatan promotif dan preventif.

“Karena mencegah lebih murah dari mengobati,” ujarnya.

Salah satu perbaikan layanan dasar tersebut adalah imunisasi yang jumlah vaksinnya bertambah dari 11 menjadi 14 jenis. Dua diantaranya adalah pneumonia dan kanker yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Reformasi lainnya adalah perbaikan data penderita dan kasus kedua penyakit tersebut seperti data Covid 19.

Hadir pula dalam pencanangan secara daring tersebut, Asisten III, kepala OPD, dan kepala Puskesmas kabupaten/kota. (jm)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Harganas 2022, Wagub NTB Ingatkan Jaga Sinergitas Tangani Stunting

29 Juni 2022 - 16:08 WITA

Wagub NTB Resmikan Puskesmas Pembantu di Lombok Barat

26 Juni 2022 - 06:38 WITA

Vaksin Perdana PMK, Wagub NTB Optimis Bisa Dikendalikan

25 Juni 2022 - 18:55 WITA

Di Desa Toya, Sebanyak 1.200 Ekor Sapi Disuntik

23 Juni 2022 - 18:30 WITA

Kunci Tangani Stunting di NTB Kolaborasi dan Sinergi

10 Juni 2022 - 18:07 WITA

Ini Dia Desa Nol Stunting di Lotim NTB

10 Juni 2022 - 07:17 WITA

Trending di Kesehatan