Berbagi Berita Merangkai Cerita

Wafat, Syekh Ali Jaber Sosok Ulama yang Cinta dan Rindu dengan Lombok

63

FOTO. Syekh Ali Jaber . (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Kabar duka mendalam datang dari ulama tersohor Syeikh Ali Jaber. Ia wafat pada Kamis (14/1).

Kabar duka disampaikan Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Al-Habsyi.“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, telah wafat Syekh Ali Jaber, saya sedang menuju RS Yarsi Jakarta Pusat,” katanya.

Sebelumnya Syekh Ali Jaber dinyatakan mulai sembuh dari Covid-19. Bahkan telah negatif dari Covid-19. Namun kabar duka menggegerkan saat Syekh Ali Jaber mulai sembuh.

Ulama kharismatik kelahiran Madinah yang telah lama hidup di Lombok ini, berkata jika meninggal nanti akan dimakamkan di Lombok. Menurutnya, Lombok sudah seperti tanah kelahirannya. Istrinya juga berasal dari Lombok.

“Ya Allah walaupun saya memilih, memohon meninggal di Madinah. Kalau saya ditetapkan meninggal di Indonesia, mohon saya mau dimakamkan di Lombok,” kata Syekh Ali Jaber dalam ceramahnya yang viral di media sosial itu.

Syekh Ali Jaber begitu dekat dengan Lombok. Bahkan saat berkunjung ke Lombok semasa Kapolda NTB dipimpin Umar Septono, Syekh Ali Jaber menyebut Lombok sebagai tempat asalnya.

Ya itu karena Syekh Ali Jaber berdakwah pertama kali di Lombok. Dari Lombok ia menjadi ulama tersohor hingga saat ini.

Syekh Ali Jaber awalnya mengenal Lombok saat menikah dengan Umi Nadia, warga Lombok yang tinggal di Madinah. Ia dikaruniai seorang anak bernama Fahad Ali Jaber.

Selama berada di Lombok, ia menjadi imam besar sekaligus khotib di Masjid Agung Al-Muttaqin. Ia kemudian menjadi guru Tahfiz di Islamic Center di Mataram.

Selepas berdakwah di Lombok, ia kemudian mengunjungi Jakarta. Ia menggelar salat magrib di masjid Sunda Kelapa.

Saat melantunkan ayat suci Al-Quran, orang mendengar suaranya cukup merdu. Itu membuat pengurus masjid tertarik memintanya menjadi imam salat tarawih karena saat itu mendekati bulan ramadhan. Ia kemudian mengambil amanah tersebut.

Dari sana karir berdakwahnya mulai dikenal masyarakat ibu kota. Pada tahun 2012 ia resmi mendapatkan kewarganegaraan Indonesia yang langsung dianugerahkan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono kala itu. Karir dakwahnya terus memuncak.

*Pelayat Berdatangan

Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah duka kediaman istri almarhum Syekh Ali Jaber, Nadia Salim di kelurahan Monjok, Kota Mataram, Kamis Sore (14/1) sekitar pukul 16.30 Wita.

Pantauan wartawan di lokasi, beberapa kerabat dan pelayat tampak berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.

Syekh Ali Jaber meninggal di RS Yarsi, Kamis (14/1) pukul 08.30 WIB dalam kondisi negatif Covid-19.

Salim Jaber mertua almarhum Syeh Ali Jaber mengatakan, pihak keluarga di Lombok masih menunggu informasi dari keluarga di Jakarta.

Salim mengatakan, belum ada kepastian terkait di mana Ali Jaber akan dimakamkan.

“Belum ada, kita masih nunggu,” kata Salim saat ditemui di rumah duka di Mataram, kemarin.

Menurut Salim, kondisi kesehatan Ali Jaber beberapa hari terakhir sempat drop sebelum dinyatakan meninggal dunia.

“Informasinya ya agak drop lah kemarin,” kata Salim Jaber.

Namun keluarga sedikit lega karena hasil swab terakhir almarhum Syekh Ali Jaber negatif Covid-19. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.