Berbagi Berita Merangkai Cerita

Wacana Duet Prabowo-Puan di Pilpres 2024 Untungkan Kader Gerindra

301

FOTO. Agus MSi. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Wacana PDI Perjuangan yang akan mempetimbangkan kemungkinan menduetkan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua DPR Puan Maharani di Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang, menuai respon Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Agus.

Menurut dia, wacana tersebut merupakan strategi PDIP guna menyusun formulasi politik pada Pemilu 2024.

Selain itu, PDIP dianggap Agus, akan juga menyiapkan formulasi paket pilpres lebih dari satu pasangan. Misalnya, ada kader lain, seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang juga turut masuk radarnya.

Hanya saja, pilihan PDIP nanti akan ditentukan oleh banyak variabel. “Kalau bahasa yang digunakan para para petinggi partai adalah kesamaan ideologi, kesamaan visi kepublikan, dan lainnya,” kata Agus menjawab wartawan, Minggu (30/5).

Ia mengatakan, sebagai partai pemenang pemilu di Indonesia, tentu PDIP telah memiliki cara untuk bisa membuat kadernya unggul memenangi pilpres tersebut. Apalagi, muara dari pengerucutan nama paslon pilpres itu, pada akhirnya nanti adalah progres elektabilitas, sumber pendanaan, dan koalisi partai.

“Tetapi lepas dari apa yang dipilih PDIP. Pastinya, santernya isu ini di ruang publik meningkatkan elektabilitas PDIP dan Gerindra kedepannya,” ujar Agus.

Terkait apakah isu ini menguntungkan politisi di daerah?. Menurut Akademisi yang mantan Komisioner KPU NTB itu, pihaknya memprediksi hal itu akan sangat menguntungkan.

Sebab, isu duet Prabowo-Puan ini, akan juga memberi impacks atau dampak yang positif bagi politisi di daerah.

Di NTB misalnya, lanjut Agus, tentunya isu ini akan menambah energi bagi kader Partai Gerindra untuk memenangkan Pemilu anggota parlemen di 2024.

Hal yang sama juga akan membuat geliat kader PDIP di NTB untuk menaikan kursi di DPRD NTB dari 4 kursi saat ini, sangat mungkin akan bisa meningkat. Minimal target PDIP akan bisa menjadi fraksi utuh dan tidak lagi menjadi fraksi gabungan seperti saat ini akan bisa terwujud

“Catatan saya, pemberitaan di media massa online berpengaruh terhadap karir politik para politisi. Maka jika politisi di daerah bisa mengelola isu ini sebagai energi positif, saya kira menjadi modal awal bagi mereka di tahun 2024 mendatang,” tandas Agus.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut bahwa partainya akan mempetimbangkan kemungkinan menduetkan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua DPR Puan Maharani di Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Hasto menyebut pertimbangan itu didasari lantaran kedua tokoh tersebut sudah dikenal memiliki kedekatan yang sangat baik. Hal itu diungkapkannya menyusul pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani ihwal menduetkan Prabowo-Puan di Pilpres 2024.

“Karena memang melihat bagaimana kedekatan hubungan Pak Prabowo dengan Ibu Megawati,” kata Hasto dalam diskusi yang digelar secara daring tersebut, Jumat Malam (28/5). RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.