A place where you need to follow for what happening in world cup

Vaksinasi Masal di NTB Diatensi Pusat

47

FOTO. Plt Kepala Badan PPSDM Kesehatan dr. Kirana Pritasari (dua kanan) didampingi Asisten III dr Nurhandini Eka Dewi dan Kadis Kesehatan NTB HL. Hamzi Fikri memberikan keterangan pers usai meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di kantor Gubernur NTB, kemarin. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Pogram vaksinasi Covid -19 yang dilaksanakan sejak pertengahan Januari lalu merupakan salah satu cara mencegah agar penyebaran virus corona tidak semakin meluas di Tanah Air.

Plt Kepala Badan PPSDM Kesehatan, dr. Kirana Pritasari, saat meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di kantor Gubernur NTB, Rabu (10/3), mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Pemprov setempat dalam membantu menyukseskan program vaksinasi nasional yang dijalankan oleh Pemerintah saat ini.

Menurut dia, program vaksinasi itu akan menyasar sekitar 181,5 juta penduduk Indonesia. “Jadi, untuk menyelesaikan target tersebut, Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri, diperlukan dukungan dan bantuan lintas sektor dan program. Termasuk, Provinsi NTB,” kata Kirana pada wartawan,

Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi massal bertujuan menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19 dan bisa mengurangi transmisi/penularan Covid- Pun akan melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh serta menjaga produktifitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi bisa segera tercapai.

Menurutnya, dengan 3M dengan 3T plus vaksinasi, diharapkan mempercepat upaya NTB bisa bersih dari Covid-19.

“Yang utama adalah mudah-mudahan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat NTB akan bisa lebih baik. Apalagi, Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah MotoGP Mandalika tahun ini ,” kata Kirana.

Terkait dengan ketersediaan vaksin, ia menuturkan bahwa jumlah vaksin dan logistik lainnya yang telah dikirim ke daerah sesuai dengan jumlah sasaran yang telah ditetapkan fasyankes penyelenggara.

Hal ini, kata Kirana, sesuai dengan Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Kata dia, pengiriman dari pusat tergantung pada kemampuan setiap daerah dalam menyelesaikan proses vaksinasi di daerahnya.

“Semakin cepat pelaksanaan vaksinasi, maka semakin cepat pula proses distribusi vaksin,” ucap Kirana.

Ia meminta alokasi vaksin yang sudah diterima NTB agar tetap disimpan dan dijaga dengan baik. Apalagi, alokasi pemberian vaksin lanjutan tergantung penyelesaian setiap tahapnya.

“Kalau vaksinasi tenaga kesehatan selesai, berarti segera dikirim untuk tahap kedua, kalau tahap ini selesai akan dikirim lagi,” ungkap Kirana.

Ia mengungkapkan,, seluruh tahapan vaksinasi harus dilaporkan ke pemerintah pusat. Apabila ada kebutuhan tambahan, pemerintah pusat akan mengupayakan untuk memenuhinya agar proses vaksinasi berjalan dengan lancar.

“Untuk NTB, Alhamdulillah saya lihat program vaksinasinya berjalan baik. Tadi masyarakatnya, khususnya para ASN nya luar biasa. Bisa jadi, ini efek Pandemi yang terjadi setahun dan itu membuat kita bersama-sama ingin memeranginya,” tandas dokter Kirana Pritasari.

Terpantau, program vaksinasi massal Covid-19 selain di Kantor Gubernur NTB juga terdapat di Kantor Polda NTB, Korem 162/Wira Bhakti dan RSUD Provinsi NTB. Masing-masing titik menargetkan sekitar 1000 sasaran dengan target pelaksanaan selama 3 hari, mulai tanggal 8-10 Maret 2021.

“Vaksinasi massal 3 hari ini menargetkan sekitar 3000 sasaran, selebihnya kita arahkan ke Fasyankes yang tersedia baik rumah sakit maupun puskesmas,” kata Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Lalu Hamzah Fikri di tempat sama

Dia berharap kegiatan vaksinasi massal ini bisa segera diimplementasikan di daerah lain di NTB agar mempercepat tercapainya kekebalan kelompok.

“Schedule vaksinasi massal yang kita laksanakan 3 hari ini, harapannya di kabupaten/kota juga bisa melaksanakan seperti ini,” tegas Fikri.

Ia menargetkan, sebanyak 1.000 orang ASN sudah di vaksin dalam waktu tiga hari, termasuk anggota TNI dan Polri yang masing-masing menargetkan 1.000 orang bisa di vaksin dalam waktu tiga hari.

Namun demikian, untuk vaksinasi tahap kedua bagi ASN yang sudah di vaksin tahap pertama kemungkinan tidak dilakukan secara massal melainkan bisa dilakukan di fasilitas kesehatan (Faskes) tempat tinggal terdekat.

“Jadi tahap kedua tidak harus lagi secara massal, karena sesuai keputusan Menkes yang terbaru dan instruksi gubernur bahwa vaksinasi harus dipercepat dan itu tidak harus dilakukan ramai-ramai,” ucapnya.

Kendati begitu, kata Hamzi, berbicara percepatan vaksinasi, pihaknya berharap bisa dilakukan secepatnya. Namun tidak bisa dilakukan, karena harus menunggu vaksin Covid-19 yang diberikan secara bertahap oleh pemerintah pusat.

“Yang jelas kita ingin semua bisa secepatnya. Karena dari 5,3 juta penduduk NTB kita menargetkan 3 juta lebih atau 70 persen sudah bisa di vaksin. Karena data vaksin ini sesuai yang dikirim oleh BPS. Intinya seluruh orang yang berkaitan pelayanan akan di vaksin, seperti guru, pedagang, sopi dan sebagainya bisa di vaksin Covid-19,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas