BSK Samawa

Upaya Bangkitkan Ekonomi Pariwisata Dimasa Pandemi Covid-19, Dispar dan Pelaku Wisata Bakal Gelar Event Promosi di Tiga Gili

Suasana di Gili Trawangan

KLU, DS-Sejak ditimpa bencana pandemi Covid-19, Tiga Gili (Trawangan, Meno dan Air) sepi pengunjung. Untuk menghidupkan kembali sektor yang menjadi andalan pendapatan Kabupaten Lombok Utara (KLU) maupun Provinsi NTB, berbagai upaya dilakukan pemrintah maupun para palaku usaha. 

“Kita tidak ingin meratapi terlalu lama kondisi bencana ini. Berbagai upaya akan kita lakukan termasuk terus menggandeng para pelaku wisata menggelar event-event promosi,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Vidi Ekakusuma, Senin (23/11). “Ada gelaran yang kita kemas dengan pelaku usaha tiga gili bertemakan “Pekenan Dayan Gunung”,” ucapnya.

Vidi menegaskan event yang dijadikan ajang promosi itu tetap memperhatikan protokol Covid-19. Pasalnya, sampai dengan sekarang ini tiga gili masih berstatus zona hijau. 

“Even Pekenan Dayan Gunung ini kolaborasi antara Dispar dengan pelaku pariwisata dengan tema Culture to Nature,” pungkasnya.

Dikatakannya, Lombok Utara sendiri mendapatkan dana hibah pariwisata dengan jumlah Rp 15 milyar dan anggaran ini digunakan untuk membantu pelaku pariwisata yang terdampak dan promosi pariwisata. 

“Dana hibah untuk di NTB, Lombok Utara menerima paling besar dan dana hibah ini akan di alokasikan untuk membantu pelaku pariwisata yang terdampak dan juga untuk membantu even promosi pariwisata,”tutup Vidi. 

Sementara itu, Ketua Gili Hotel Asosiasi (GHA), Lalu Kusnawan, mengatakan pihaknya bersama semua anggota terus berupaya menghidupkan kembali pariwisata tiga gili. 

Sejumlah upaya dilakukan untuk menghidupkan kembali pariwisata di gili, kata Kusnawan,  mengawali program Gili Gets Ready, dilanjutkan dengan simulasi menghadapi covid-19 dan yang teranyar adalah program Pekenan Dayan Gunung Ngemunggahang Dowe Banda Gumi Sasak. 

Lalu Kusnawan menjelaskan Program ini selain upaya membangkit kondisi pariwisata di gili juga untuk melestarikan adat budaya di wilayah KLU. 

“Sekitar 50 vendor akan ikut dalam event itu nanti,” sebutnya.

Kegiatan ini, ujar Lalu Kusnawan, bertujuan untuk menggerakan UMKM dan pariwisata. Panitia akan bersurat ke bupati dan gubernur dan meminta semua kadis untuk ikut meramaikan acara ini namun datang sebagai wisatawan.

Adapun sejumlah kegiatan yang akan digelar meliputi Pekenan Keris dan Batu permata, Pekenan Kerajinan dan Khas Dayan Gunung, Pekenan Kuliner masyarakat Gili, Workshop, Kesenian tradisional Dayan Gunung, Restorasi terumbu karang yiga gili dan penanaman pohon tiga gili.man

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.