Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 5 Jul 2019 13:11 WITA ·

UNU NTB Desak Pemprov Tingkatkan Kesigapan


					Hj.Baiq Mulyanah Perbesar

Hj.Baiq Mulyanah

MATARAM, DS – Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo cukup besar pada akhir Juli hingga Agustus 2018 mengakibatkan sebanyak 222.564 rumah warga NTB rusak berat, seyogyanya perlu dikenali dan diantisipasi oleh masyarakat. Pasalnya, seluruh wilayah di Indonesia masuk pada salah satu negara yang berada dalam cakupan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, sehingga rentan terhadap berbagai bencana seperti gempa bumi, sunami, banjir, dan gunung meletus.

Rektor Universitas Nahdatul Ulama (UNU) NTB, Hj Baiq Muliana, mengatakan, seminar terkait kegempaan yang dilakukan pihaknya tidak lain bagian dari cara meminimalisir resiko dari bencana alam tersebut. Mengingat, NTB telah diterjang gempa bumi cukup dahsyat yang meyebabkan ratusan ribu rumah rusak dan tidak sedikit menimbulkan korban jiwa.

“Kami ingin menggugah kesadaran kita bersama bahwasanya bencana itu tidak bisa dihindari. Karena itu tugas kita adalah bagaimana meminamilisr dampaknya dengan cara kesigapan dan kesiapan menghadapi bencana itu,” ujar Muliana menjawab wartawan disela-sela seminar yang berlangsung di Aula NU NTB, Kamis (4/7).

Ia mengatakan, seminar ini adalah sebagai bentuk sosial dari hasil temuan pemutakhiran ataupun update-an peta bahaya gempa Indonesia tahun 2017. Mengingat, saat ini banyak isu-isu gempa yang lagi marak. Sehingga, ada kesiapan dari pemerintah dalam mengantisipasi atau paling tidak meminimalisir resiko yang akan terjadi jika suatu saat nanti terjadi gempa yang lebih besar.

“Ini harus diketahui umum, utamanya pemerintah, kerena perencanaan menghadapi antisipasi terjadinya gempa, berdasarkan asumsi umum yang masih terlalu minim pengetahuan ataupun antisipasi kita terhadap gempa, updeting berubah semua, otomatis perencanaan bangunan tahan gempa ini mengalami perubahan,” kata Muliana.

Pada seminar tersebut UNU NTB yang sejak awal bekerjsama empat lembaga dibawah LDS Charity menghadirkan pembicara yang juga adalah peneliti sekaligus pakar geologi dari Brigham Young University, Profesor Ron Harris terkait hasil penelitiannya mengenai potensi gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Aceh pada 2004 berpotensi terjadi di selatan Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

“Nanti Prof Harris akan menyajikan data hasil risetnya menyangkut sebanyak 27 hasil lempengan Selat Sunda hingga ke Timur NTT dengan membawa langsung sebanyak 11 orang tim risetnya langsung dari Amerika Serikat,” ucap Muliana.
Diketahui, guncangan gempa dengan kekuatan magnitudo cukup besar yang beruntun terjadi pada akhir Juli hingga Agustus 2018 mengakibatkan sebanyak 222.564 rumah warga NTB rusak.

Rumah rusak berada di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, dan Lombok Tengah (Pulau Lombok), serta Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat (Pulau Sumbawa) mengalami kerusakan. Kategori kerusakan meliputi 75.138 rumah rusak berat, 33.373 rumah rusak sedang, dan 114.055 rumah rusak ringan.

“Yang pasti hasil seminar akan kita telurkan pada pemda NTB dalam bentuk rekomendasi-rekomendasi terkait kesiapan dan kesigapan dalam menghadapi bencana termasuk bagaimana ada jalur akses evakuasi yang cepat. Salah satunya, bagaimana mengebor perbukitan atau gunung di wilayah KLU, seperti yang dilakukan di provinsi Sichuan agar penanganan pascagempa dapat cepat dilakukan,” tandas Baiq Muliana.RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ini Ajakan Gubernur NTB kepada Santri Mambaul Ulum

22 Mei 2022 - 06:35 WITA

Sukses Harus Diimbangi Kerja Keras Tak Kenal Menyerah

20 Mei 2022 - 07:31 WITA

Rekrutment Beasiswa NTB Dilakukan Secara Transparan

17 Mei 2022 - 17:45 WITA

Mimpi Besar Anak NTB, Itu Harapan Gubernur

12 Mei 2022 - 16:30 WITA

Pembangunan Pondok Pesantren Tidak Boleh Berhenti,Ini Alasannya

10 Mei 2022 - 16:13 WITA

Gubernur Hadiri Silaturahim Pendidikan YPH PPD NWDI

7 Mei 2022 - 16:55 WITA

Trending di Pendidikan