Berbagi Berita Merangkai Cerita

UMKM Harus Melek Teknologi Digital

9

Wagub saat membuka Training Of Trainer (TOT) Digital Marketing dan Pelatihan Pelapak (Digital Marketing UKM)

MATARAM,DS – – Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengajak para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar melek teknologi digital, yaitu terbiasa dengan teknologi informasi untuk pengembangan dan promosi produk usahanya.

“Dengan kemajuan dunia internet dengan platfon media sosial maupun marketplace dewasa ini, produk UMKM sudah dapat dipasarkan melalui media online dan berbagai platform digital lainnya,” pesan Wagub saat membuka Training Of Trainer (TOT) Digital Marketing dan Pelatihan Pelapak (Digital Marketing UKM), Rabu (11/11) bertempat di Hotel Lombok Astoria, Mataram.

Menurut Ummi Rohmi, sapaan Wagub NTB, banyak UMKM yang sudah bagus usahanya, tapi belum melek digital. Sehingga diera ini pendapatan usahanya masih biasa – biasa saja.

Namun tanpa disadari, banyak pelaku UMKM yang terlihat biasa, tidak memiliki tempat usaha. Akan tetapi pendapatan usaha melebihi pemasukan dari pengusaha-pengusaha yang memiliki gerai atau otlet bagus. Hal Ini terjadi disaat sekarang, karena UMKM ini memiliki pengetahuan tentang pasar digital dan manejemen digital atau market place untuk memasarkan produk-produknya.

“Digitalisasi saat ini sudah menjadi kiblat, semua produk yang dipasarkan melalui internet akan diketahui dan dibeli oleh orang dimanapun, di belahan dunia ini. Produk yang dijual UMKM di Lombok akan diketahui oleh orang di Eropa sana, begitu dekatnya teknologi itu” terang Wagub yang turut didampingi Asisten II Setda Provinsi NTB, Ir. Ridwansyah.

Wanita pertama yang menjadi Wakil Gubernur NTB ini juga menekankan betapa pentinnya meningkatkan skill dengan ilmu pengetahuan, peralatan dan keahlian yang dimiliki pelaku UMKM. Sehingga UMKM diharuskan juga memiliki inovasi dan kreatifitas untuk mengembangkan usahanya.

“Kadang kita cepat puas dengan omset yang kita dapatkan. Misalnya biasa sehari dapat100 – 200 ribu, kita sudah puas. Padahal kalau terus belajar dan melek digital omset bisa mencapai Rp. 500 hingga 700 ribu sehari,” ucapnya.

Hal penting lainnya ungkap Ummi Rohmi adalah memperluas jaringan. Sehingga antara UMKM lokal maupun regional didaerah lain dapat saling memberikan masukan.

“Pelatihan TOT ini diharapkan untuk serius menimba ilmunya. Belajar meningkatkan ilmu dan teknologi. Kita harus menjadi pembelajar yang baik juga untuk menjadi pembimbing UMKM yang lain didaerah kita,”tutupnya

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Drs. H. Fathurrahman menyampaikan, kegiatan pelatihan ini bertujuan menyiapkan pelatih atau tutor baru disetiap Kabupaten/kota sehingga mampu memberikan ilmu dan transfer pengetahuan kepada para UMKM.

“Ini salah satu ikhtiar bagi UMKM agar dapat menemukan solusi dalam digital marketing dan manajemen usahanya,”katanya.

Pelatihan ini juga diharapkan UMKM dapat memperluas pasar dan memperkenalkan produk NTB di kancah nasional maupun Internasional. “Hal ini bagian dari implementasi dari program unggulan bela beli produk lokal NTB,” terangnya.

Peserta pelatihan ini terdiri dari perwakilan pelaku usaha dan UMKM yang ada Kabupaten/Kota se Pulau Lombok. Tahap selanjutkan direncanakan akan dilaksanakan untuk UMKM se – Sumbawa.

Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perdagangan juga telah menyiapkan dan mengembangkan aplikasi e-commerce atau marketplace NTB, yaitu NTB Mall. Aplikasi ini merupakan wadah untuk menjembatani pelaku UMKM menangkap peluang usaha lebih luas menembus pasar global dan ekspor keluar negeri.IKP

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.