UMK Lombok Timur Diusulkan Naik Tiga Persen

Rapat Dewan Pengupahan

SELONG,DS- Pemkab Lombok Timur masih belum menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Tahun 2024 mendatang. Pemkab pun akan menunggu penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang akan dijadikan sebagai acuan untuk menentukan besaran UMK.

Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Lotim, Sarwin, mengusulkan besaran kenaikan UMK sebesar 3 persen dari besaran upah tahun 2023. Besaran usulan kenaikan itu dinilai sudah berimbang tanpa merugikan kedua belah pihak, yaitu pemberi kerja dan pekerja. Dasar usulan tiga persen tersebut yaitu pertimbangan kondisi ekonomi. Tujuannya yaitu agar investor yang ada di Lotim tidak hengkang.

“Kalau terlalu tinggi kita usulkan, investor berpotensi hengkang dari Lotim, makanya kita usulkan 3 persen dari tahun 2023, sehingga ada kenaikan sedikit. Yang jelas kenaikan tidak terlalu membebani pengusaha dan pekerja tidak dirugikan,”ucapnya

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertran) Lombok Timur Muhammad Hairi mengatakan Pemkab Lombok Timur telah mempertimbangkan untuk menaikkan jumlah UMK. Dasar menaikkan UMK tentunya melihat sejumlah aspek baik itu kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat. Hal tersebut bertujuan untumemberikan rasa adil nyaman untuk kedua belah pihak, yaitu antara pihak pemberi kerja dan pekerja.

” Besaran UMK harus lebih tinggi dari UMP. UMK Tahun 2024 akan mengalami kenaikan, dan dipastikan harus lebih tinggi daripada UMP ” kata Kadisnakertran Lombok Timur Muhammad Hairi.

Kenaikan upah minimum pada tahun 2024 terang dia desebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya faktor inflasi yang tinggi yang berdampak pada meningkatnya harga bahan pokok. Selain itu pemerintah telah merilis Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 Tahun 2023 tentang Pengupahan.

“Aturan ini yang nantinya akan menjadi acuan bagi penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan selanjutnya akan diteruskan Kabupaten,” tandas Khairi.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.