Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ulama Lombok Kecam Pernyataan Presiden Perancis

74

FOTO. Dr. TGH. Lalu Ahmad Zaenuri LC MA saat mengisi pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Hubburrahman Perumahan Panorama Alam RT 07 Dusun Dasan Utama, Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, kemarin malam. (FOTO. RUL/DS).

LOBAR, DS – Kalangan ulama di Pulau Lombok mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang secara tidak langsung mendukung penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW melalui karikatur.

Salah satu Imam Besar Masjid Hubbul Wathan Islamic Center (IC) NTB, Dr. TGH Lalu Ahmad Zaenuri LC MA mengatakan pernyataan Presiden Prancis tersebut bertentangan dengan nilai-nilai toleransi.

“Kami mengecam dan menyesalkan pernyataan Presiden Prancis tersebut. Pernyataan itu seolah-olah Islam harus dimusuhi,” ujar Lalu Ahmad Zaenuri saat mengisi pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Hubburrahman Perumahan Panorama Alam RT 07 Dusun Dasan Utama, Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Sabtu (31/10) malam.

Menurut dosen UIN Mataram itu, tidak seharusnya seorang presiden di sebuah negara maju mengeluarkan pernyataan intoleran terhadap Islam. Islam bukan agama yang harus dimusuhi.

Pernyataan tersebut, kata Ahmad Zaenuri, sangat menyakitkan umat Islam diseluruh dunia termasuk di Indonesia. Sebab, tidak seharusnya penyataan tersebut terlontar dari pimpinan dunia yang menghargai nilai-nilai toleransi.

Ia mengatakan, Islam merupakan agama yang menghormati toleransi dan nilai-nilai perbedaan. Namun, masyarakat muslim di negara minoritas mendapat perlakuan yang intoleran.

“Padahal, masyarakat nonmuslim yang tinggal di negara mayoritas Islam hidup nyaman dengan toleransi tinggi. Seperti muslim di India, etnis Rohingya di Myanmar, dan ini seharusnya menjadi perhatian masyarakat dunia,” kata TGH Ahmad Zaenuri.

Terkait seruan boikot produk Prancis, ia menyatakan sependapat. Namun, boikot tidak sekadar gerakan masyarakat, tetapi pemerintah juga ikut melakukannya.

“Keikutsertaan pemerintah menunjukkan bahwa Indonesia dengan jumlah muslim terbanyak di dua merasa terusik dengan pernyataan intoleransi Presiden Prancis tersebut,” tandas TGH Lalu Ahmad Zaenuri. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.