Berbagi Berita Merangkai Cerita

Udang Vaname Sistem Bioflok Berhasil Dikembangkan di Lombok Utara

0 127

KLU, DS-Budidaya udang vaname dengan menggunakan sistem kolam bindar bioflok di Kabupaten Lombok Utara (KLU) diklaim menjadi salah satu program Wira Usaha Baru (WUB) sekarang ini. Rp 4 miliar yang dianggarkan untuk 400 para ibu-ibu rumah tangga di sejumlah pesisir pantai di tiga Kecamatan yakni Gangga, Kayangan dan Bayan mulai dirasakan manfaatnya.

Berawal dari sebuah riset dari seorang mantan Kepala Bidang Kelautan Perikanan Dinas Perhubungan Kelautan Perikanan (Dishublutkan), H. Rizal, kini sekitar 50 persen lebih ibu-ibu diklaim berhasil membudidayakan udang vaname dengan sistem kolam terpal bioflok.

“Saya membawa program ini pertama kali ditahun 2017 dengan 25 kolam terpal bioflok dengan mengakomodir sebanyak 10 orang. Setelah dirasakan manfaatnya kemudian saya mengajukan program itu ke Bappeda dengan maksud memberdayakan ekonomi perempuan dengan sasaran warga pesisir,”ujar H. Rizal yang saat ini menjabat sebagai Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanin Lombok Utara, Jumat (21/2).

Menurutnya, perkembangan budidaya udang vaname dengan bioflok cukup memuaskan. Demikian juga yang dirasakan oleh ibu-ibu penerima bantuan. Pasalnya, mereka sudah mulai panen udang dengan tidak kesulitan lagi memasarkan karena seberapapun jumlahnya akan laku terjual oleh karena permintaan tinggi.

“Dengan anggran Rp 4 miliar di tahun 2019 lalu, sebanyak 400 penerima bantuan program WUB bidang perikanan bisa diakomodir. Masing-masing lubang bioflok dibudidayakan oleh dua orang ibu-ibu dan sekarang sudah mulai panen perdana,” terangnya.

Berkat keyakinannya, H. Rizal mengaku cukup puas dengan hasil riset program yang direncanakannya. Terlebih setelah anggaran untuk program budidaya udang vaname disetujui oleh Bappeda. Sasarannya, kata H. Rizal, sebetulnya hanya di tiga Kecamatan saja melainkan semua kecamatan. Kendati setelah dilakukan verifikasi berdasarkan basis data terpadu (BDT) mulai dari Pemenang hingga Bayan yang layak mendapatkan bantuan itu adalah ibu-ibu pesisir yang di wilayah Gangga, Kayangan dan Bayan. Pasalnya, Pemenang maupun Tanjung warga tidak memiliki lahannya.

“Total semuanya sebanyak 200 lobang bioflok untuk 400 orang. Satu lobang dibudidayakan oleh dua orang ibu-ibu. Sedangkan perlubanh nalainya Rp 24 juta,”sebutnya.

Dijelaskannya, program WUB bidang perikanan sesungguhnya tidak masuk di dalam program WUB yang nilainya Rp 3 juta perorang. Karena kalau masuk di perencanaan itu tentu nilainya sangat kecil. Sehingga didalam perencanaan bidang perikanan masuk dalam program pemberdayaan ekonomi perempun yang salahsatunya juga masuk didalam program mencetak WUB itu.

“Ibu-ibu ini baru sekali panen, karena mulai dibudidayakan pada Desember 2019. Hasilnya saya yakin memuaskan karena jika dikelola secara benar dalam satu lubang bioflok bisa menghasilkan 100 kg,”ungkapnya.

Lebih lanjut, Rizal mengatakan program pemberdayaan perempuan pesisir itu bisa mengurangi 1 digit program mengentaskan kemiskinan karena bisa menyasar kantong-kantong kemiskinan. Sehingga, cukup efektip kedepannya apabila dikembangkan lebih banyak lagi.

“Budidaya udang vaname kolam terpal ini tidak susah di pasarkan karena permintaan yang sangat banyak. Dalam 1 kg pembudidaya udang menjualnya dengan harga Rp 50 ribu,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Lombok Utara Herianto mengapresiasi program budidaya udang vaname yang dikembangkan oleh ibu-ibu pesisir. Kendati, program pemberdayaan perempuan dengan membuka wira usaha bagi ibu-ibu pesisir juga menjadi salahsatu program WUB yang sangat efektip juga.

Menurutnya, ketika program pemberdayaan ekonomi ibu-ibu pesisir berhasil dengan menbudidayakan udang vaname dengan sistem biofloknya akan menjadi barometer keberhasilan daripada anggaran yang dikucurkan.

“Jika tingkat keberhasilannya diatas 50 persen saja itu artinya ukuran keberhasilan itu terlihat dan yang belum berhasilnya itu kita akan pikirkan kembali langkah sanjutnya,”paparnya.

“Program pemberdayaaan ekonomi perempuan oleh bidang perikanan dishub itu masuk juga dalam program WUB yang memang dicanangkan pemda selama empat tahun terkahir. Jika dijumlahkan saat ini, total anggaran untuk WUB sangat besar. Nanti kita akan hitung tingkat keberhasilannya dimana salahsatunya program budidaya udang vaname bioflok oleh ibu-ibu pesisir itu,”tandasnya.fik

Leave A Reply