Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ubah Sampah jadi Benda Berharga,  Syawaludin Pemuda Inspirasi dari Mataram

0 50

MATARAM, DS – Sampah bagi kebanyakan orang biasanya identik dengan hal-hal yang menjijikan dan tidak disukai. Sampah selalu dibuang dan ingin dijauhkan. Masih banyak orang yang sembarangan membuang sampah. Membuangnya begitu saja, menyebabkan banyak penyakit dan ketidaknyamanan. Ada juga yang berusaha membakarnya tapi tetap masih banyak yang belum terurai. Akhirnya sampah menjadi masalah.

Namun bagi Syawaludin (35), Direktur Bank Sampah Bintang Sejahtera NTB, sampah merupakan berkah. Menurut pria yang akrab dipanggil syawal ini, sampah harus dikelola dengan baik sehingga menghasilkan manfaat. Segala ciptaan Tuhan, kata dia, tidak ada yang sia-sia. Termasuk sampah.

Ia mengaku membangun Bank Sampah dimulai pada tahun 2010. Tidak ada bantuan pemerintah. Artinya, Bank Sampah yang dibuat bersifat independen. “Alhamdulillah, sebelumnya saya dan istri sudah buat beberapa bank sampah anorganik di sejumlah tempat. Sekarang ini, kami dalam proses pengenalan bank sampah jenis organik,” ujar Syawaludin menjawab wartawan, Senin (17/12).

Saat menjadi narasumber pada puncak HUT NTB ke-60 di Pantai Ampenan, Kota Mataram yang dihadiri gubernur dan walikota Mataram, Syawal menegaskan persoalan sampah bukanlah menjadi tugas gubernur maupun walikota Mataram, melainkan seluruh masyarakat yang hidup di NTB. Sebab, sampah tidak lepas dari kehidupan manusia.

“Sekarang, saya siapkan uang Rp 10 juta, yakni bagi yang merasa tidak pernah sekalipun membuang sampah tiap harinya. Jadi,kalau ingin Kota Mataram bersih, maka tugas kita adalah tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya.

Sampah itu diibaratkannya sumber daya yang terbuang dan belum dimanfaatkan oleh masyarakat. Oleh karenanya, dalam menjalankan Bank Sampah, Syawal juga bekerja sama dengan masyarakat.

Diakuinya, kerusakan alam yang terjadi saat ini lantaran ketercemaran sampah yang sudah masive dan terjadi luar biasa yang dipicu ulah manusia.  “Tidak akan mungkin hewan Rusa di atas puncak Gunung Rinjani membawa sampah ke atas, begitupun tidak mungkin pula ikan-ikan ke turun membawa sampah ke dasar laut. Jadi, jelas jika semua itu adalah ulah manusia yang harus bertanggung jawabatas kerusakan alam saat ini,” jelas Syawal. “Sehingga, dari pada dibuang sia-sia, lebih baik dibuang saja ke Bank Sampah Bintang Sejahtera. Nanti, kita akan hargakan sampah-sampah itu,” tambahnya.

Syawal ingin membuktikan bahwa sampah dapat menghasilkan sesuatu hal yang bermanfaat. Seperti uang, kompos, dan listrik. Bank Sampah Bintang Sejahtera yang berada di jalan Lingkar Selatan memiliki fungsi mengolah sampah organik (sisa limbah rumah tangga) untuk dijadikan tenaga listrik.

“Bahkan kompos yang akan kembali berguna bagi masyarakat untuk membantu proses tanaman,”ucapnya.

Saat ini, total sampah yang terserap di Bank Sampah miliknya mencapai kisaran 500-600 ton per tahun. Padahal, jumlah sampah yang ada di NTB mencapai 1,5 juta per tahun.

Syawal pun menjelaskan sistem kerja dari Bank Sampah tersebut. Pertama, Syawal mengumpulkan limbah sampah rumah tangga serta limbah sisa dapur restaurant ke dalam Bank Sampah. Kemudian sampah-sampah sisa tersebut akan diletakkan di dalam empat tangki dengan sistem digester perkolasi.

Nantinya, di empat tangki itu akan di isi dengan sisa sampah dapur.  “Tangki itu bisa menampung 25 ton, dengan masing-masing 7,5 ton per tangki,” kata dia.

Tangki yang berisikan sampah akan menghasilkan beberapa manfaat setelah didiamkan selama satu bulan. “Selain menghasilkan kompos, nanti bisa menghasilkan listrik, dan juga gas yang bisa dimanfaatkan di kehidupan sehari-hari,” lanjut Syawal.

Bank Sampah milik Syawaludin ini menggunakan metode dry fermentation. “Insya Allah, saya sangat yakin, bank sampah ini bisa menjadi salah satu terobosan inovatif yang akan membantu pemerintah di Kota Mataram untuk mengatasi permasalahan sampah,” tandasnya. RUL.

Leave A Reply