A place where you need to follow for what happening in world cup

Tunjuk Iswandi Jadi Ketua Pansel Jabatan Pemprov NTB Bantah ‘Perang’ dengan Sekda, Gubernur : Posisi Plt Karo Humas Belum Aman  

0 56

MATARAM, DS – Gubernur Zulkieflimansyah mengakui penunjukkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB H. Iswandi Ibrahim menjadi Ketua Panitia Seleksi (Pansel) atas dua jabatan lowong di lingkup organisasi perangkat daerah (OPD). Yakni Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokoler Setda NTB serta Karo Administrasi Pembangunan (AP dan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa, yang kini menuai sorotan merupakan keinginannya.

Zul mengatakan, keputusannya yang tertuang pada surat bernomor 821/138/BKD/2019 tentang panitia seleksi terbuka pengisian JPT Pratama yang dianggap diluar kebiasaan. Tidak ada nama Sekda H Rosiady Sayuti yang selama ini menjabat selaku Ketua Pansel, seyogyanya tidak perlu harus dipolemikkan.

“Emang gak boleh tanpa Sekda? Ya kan ada perubahan, tapi biasa-biasa ajalah,” ujar Gubernur menjawab wartawan.

Zul membantah penunjukan Kepala Bapenda selaku Ketua Pansel itu bukan atas adanya isu yang kini santer berhembus saat ini yakni, terkait antara dirinya dengan Sekda memiliki hubungan yang tidak harmonis beberapa waktu terakhir ini. Padahal, kabar diluar menyebutkan, jika Sekda Rosiady sempat kena omelan Gubernur terkait kondisi keuangan daerah yang tidak memuaskan akhir-akhir ini.

“Enggak-enggaklah, dan bukan karena ada soal rumor antara saya dengan pak Sekda. Besok ada Pansel lagi, Sekda masuk lagi. Kan ketua Pansel harus yang punya pengalaman,” kata Gubernur berkilah.

Komposisi kepengurusan pansel saat ini, Sekretaris Pansel yang biasanya dijabat oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), juga kali ini posisinya digeser oleh Asisten III Setda NTB, yakni Hj Hartina. Hartina akan mendampingi Iswandi selaku Kepala Bappenda yang dipatok selaku Ketua Pansel.

Uniknya, H Fathurrahman yang merupakan Kepala BKD hanya ditaruh sebagai anggota Pansel biasa. “Itu kan Pansel untuk Biro AP dan Karo Humas. Kalau Biro AP ini, kan yang untuk lelang dan lain sebagainya. Jadi harus ada yang sudah berinteraksi disitu, punya pengalaman,” jelas Gubernur.

Kedepan, kata gubernur, Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak lagi mengandalkan tambang. Tidak ada artinya pertumbuhan ekonomi tinggi apabila tidak berpengaruh signifikan pada kesejahteraan rakyat.

Oleh karena itu, sistem pemenang tender harus dirubah. Tidak lagi menjadikan harga sebagai pertimbangan utama. “Jadi kedepan pertimbangan kita tidak menang ekonomi saja. Peserta tender tidak hanya menang harga saja, tapi yang mau gunakan tenaga kerja lokal,” ucapnya.

Selanjutnya untuk jabatan Kepala Biro Humas, gubernur memiliki kriteria tersendiri. Politisi PKS ini, menginginkan seorang Kepala Biro Humas memiliki kemampuan yang bisa diandalkan. Misalnya kepandaian meracik sebuah event menjadi berita yang menarik.

Selain itu juga, hal penting lainnya adalah mampu bermitra dengan media massa dan juga masyarakat. “Semoga yang daftar itu berkualitas. Pak Najam (Plt Karo Humas, Najamudin Amy, red) juga kan harus ikut Pansel. Kalau dia enggak daftar, gak bisa dia dong jadi  Karo Humas. Najam pasti terpilih? Tanya Panselnya saja ya,” jawab gubernur seraya meninggalkan kerumunan wartawan. RUL.

Leave A Reply

Lewat ke baris perkakas