Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tunggakan Insentif Nakes dan Vaksinator Covid-19 di Mataram Mulai Dibayarkan

143

FOTO. H Effendi Eko Saswito (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Kabar gembira bagi para tenaga kesehatan (nakes) dan vaksinator Covid-19 di Kota Mataram. Pasalnya, insentif yang tertunggak selama empat bulan di tahun 2020 lalu, akan segera dibayar tahun ini.

Direncanakan, Pemkot setempat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp45 miliar untuk pembayaran insentif nakes dan vaksinator Covid-19 yang menangani pasien Covid-19. Baik yang ada di puskesmas maupun di RSUD Kota Mataram.

“Anggaran Rp45 miliar untuk insentif nakes dan vaksinator Covid-19 tersebut kita ambilkan dari dana refocusing tahun 2021 dengan total Rp210 miliar,” ujar Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito, Sabtu (20/3).

Menurut Eko, anggaran sebesar Rp45 miliar untuk pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes) dan vaksinator Covid-19 yang akan diberikan kali ini, tidak menggunakan standar pemerintah pusat seperti tahun sebelumnya.

“Tahun ini, insentif nakes dibayarkan daerah. Sehingga, kita sesuaikan dengan kemampuan daerah. Jadi besaran insentif tahun ini tidak sama dengan tahun 2020, termasuk untuk tunggakan,” tegasnya.

Terkait hal itu. Eko mengaku, pihaknya telah memberikan permakluman kepada para nakes agar dapat memahami kondisi keuangan daerah. Di mana, para nakes di Kota Mataram sebagian besar dapat memaklumi besaran dan jumlah yang berbeda antara yang diterima dari dana bantuan pusat sebelumnya. Dan kini yang diberikan oleh daerah.

“Alokasi anggaran untuk insentif nakes dan vaksinator yang kami siapkan adalah aelama enam bulan ke depan atau sampai bulan Juli 2021, dan pembayaran tunggakan insentif nakes empat bulan di tahun 2020,” jelasnya.

Sekda menambahkan, pihaknya menunggu usulan pembayaran dari Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram. Dengan harapan, standar yang digunakan sama agar insentif nakes dan vaksinator di Dinkes dan rumah sakit juga sama.

“Pastinya, soal besaran penerimaan masing-masing, sudah ada ketentuan dan hitung-hitunganya di Dinkes,” tandas Effendi Eko Saswito. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.