Menu

Mode Gelap

Seni Budaya · 5 Des 2017 18:08 WITA ·

TRADISI BUDAYA YANG MENDAMAIKAN


					Wagub NTB bersama Bupati Lobar pada acara perang topat Perbesar

Wagub NTB bersama Bupati Lobar pada acara perang topat

MATARAM,DS-Tradisi budaya perang topat di Pura Lingsar, Lombok Barat, Minggu sore (3/12/2017) DIBUKA. Pembukaan ditandai dengan pelepasan beberapa ekor merpati oleh Wagub NTB bersama Bupati Lombok Barat dan dilanjutkan dengan pelemparan topat pertama oleh Wagub.

Di hadapan para tokoh adat, budayawan, ulama dan ribuan masyarakat yang mengikuti tradisi tersebut,  Wagub Muh. Amin menjelaskan bahwa perang topat adalah perang yang tidak akan pernah ada rasa menang dan kalah. Didalam peperangan itulah akan menghasilkan kedamaian.

“Ini adalah salah satu contoh keunikan dan kekayaan budaya daerah kita yang memiliki makna mendalam dalam memupuk kebersamaan di tengah kebhinekaan negeri ini,” jelasnya seraya berharap event budaya perang topat yang unik dan  indah ini terus dijaga dan dilestarikan. “Perang topat merupakan suatu fakta sejarah bahwa kita hidup ditengah keanekaragaman yang begitu indah,” ungkapnya.

Menurutnya, kedepan seni budaya perang topat dapat menjadi salah satu tradisi budaya NTB yang mendorong perhatian wisatawan, sehingga NTB semakin kokoh menjadi destinasi berkelas dunia.

“Bila dikemas dengan baik tradisi perang topat akan menumbuhkembangkan ekonomi kreatif yang bisa mendatangkan para wisatawan dan tentu akan berdampak lebih besar bagi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menurukan angka kemiskinan sebagai salah satu program pemerintah,” pungkas Wagub.

Dalam kesempatan yang sama, H. Fauzan Khalid, menjelaskan bahwa perang topat adalah perang yang dilaksanakan dengan penuh kegembiraan yang dilakukan oleh dua unsur agama dan suku. Tempat berperang topat ini juga menceriminkan terpeliharanya dua budaya dari golongan muslim dengan suku sasaknya dan hindu dengan suku balinya .

“Jangan bapak ibu pernah berharap di Bali akan menemukan pura yang didalamnya terdapat Kemaliq (seperti musholla). Pada dasarnya setiap pura yang ada di Kabupaten Lombok Barat itu sebenarnya harus ada Kemaliq. Dan ini sudah dicontohkan dipura lingsar ini,” ujar Fauzan Khalid.hm

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Eksplorasi Situs Kuno Suku Sasak, Paranormal dan Arkeolog Dilibatkan

16 Mei 2022 - 10:48 WITA

KOTA KATA-KATA LIMA ANAK BENUA, Puisi Dienullah Rayes

27 April 2022 - 19:03 WITA

AKAR SILSILAH INSAN, Puisi Dienullah Rayes

6 April 2022 - 18:21 WITA

Kain Tenun NTB, Warisan Budaya Nusantara yang Gambarkan Keseharian Tradisi Lokal

28 Maret 2022 - 11:33 WITA

BAYI DAN ORANG TUA

27 Maret 2022 - 13:35 WITA

Pameran Lukisan Cat Air, Cara Bandara Lombok Semarakkan MotoGP Mandalika 2022

6 Maret 2022 - 07:12 WITA

Trending di Seni Budaya