Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

TPST dan IPAL Gili Trawangan Diserahkan ke KLU

0 0

KLU, DS-Balai Prasarana Permukiman wilayah NTB Kementerian PUPR menyerahkan sepenuhnya pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kepada pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) cq. Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DLHPKP) Lombok Utara yang dibangun tahun 2019 dengan total anggaran mencapai Rp 28 miliar lebih di Dusun Gili Trawangan Desa Gili Indah Pemenang, Rabu (5/1).

Penyerahan tersebut dihadiri oleh Assisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Kepala DLHPKP, Kabag Pembangunan, Bagian Asset, BPN dan Dinas Perhubungan Lombok Utara.

Luas bangunan yang akan dijadikan tempat pengolahan sampah di Gili Trawangan mencapai 25 are dari total 60 are luas lahan yang telah dibebaskan Pemda Lombok Utara. Dimana, didalamnya dilengkapi dengan mesin-masin pengolah sampah seperti mesin pencacah hingga penghancur sampah kaca.

PPK Balai Prasaran Permukiman Wilayah NTB, I Wayan Andi Suryanata, menjelaskan pembangunan TPST dan IPAL di Gili Trawangan merupakan harapan Pemda untuk menyelesaikan persolan sampah di pulau wisata Gili Trawangan. Sarana yang dibangun Pusat tersebut, menurutnya, kedepannya menjadi solusi penanganan sampah khususnya di Gili Trawangan.

“Total anggaran pembangunan TPST dan IPAL ini mencapai Rp 28 miliar lebih. Dimana, semua jenis mesin pengurai juga disiapkan mulai dari mesin pemilah sampah organik maupun unorganik hingga mesin pencacah dan penghancur sampah,” terangnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, dua unit power klip dan satu unit mobil listrik khusus juga telah disiapkan. Saat ini tinggal bagaimana dinas mengelolanya. Pasalnya, masih ada beberapa zona akan dibangun khusus untuk IPAL apabila dinas berhasil mengelola sampah di sana.

Menurutnya, mesin-masin yang disediakan sudah bisa mulai diuji coba karena selama enam bulan kedepan masih dalam tahap pemeliharaan. Zona pertama ini sebagai bentuk ujicoba karena jika berhasil akan dilanjutkan hingga zona empat untuk IPAL nya.

“Masing-masing  yang diserahkan itu seperti mesin pemilahan sampah organik dan unorganik,  dua unit mesin pencacah kaca dan mesin pres plastik aerta dua unit saringannya, dua unit powerclip dua unit dan mobil listrik sampah,”sebutnya.

Dikatakannya, untuk zona tahap pertama ini baru bisa dibangun kapasitas 100 meter kubik sedangkan dari perencanaannya harus mencapai 350 meter kubik. Pada zonasi pertama ini baru bisa melayani 104 sambungan baik itu hotel maupun rumah.

“Ada dua tipe limbah yang di olah di IPAL itu nanti yakni limbah pembuangan air mandi menyaring lembab dan limbah kotoran. Karena kita bangun dengan dua jalur berbeda,”pungkasnya. “Kita akan tunggu actionnnya Dinas LHPKP untuk pengelolaan TPST dan IPAL yang kita serahkan sekarang ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala DLHPKP Lombok Utara, M. Zaldy Rahardian, ST., menyampaikan dibangunnya TPST dan IPAL di Gili Trawangan oleh Satker PUPR Wilayah NTB menjadi harapan positif dalam penanganan sampah di Gili Trawangan.

Tahap awal ini, pihaknya akan mengecek kesiapan tenaga terlebih dahulu apakah akan bekerjasama dengan KSM atau kelompok-kelompok masyarakat lainnya karena untuk mengeloperasionalkan mesin-mesin diperlukan orang yang sudah mendapatkan pemahaman.

“Untuk bagaimana pengelolaannya nanti, UPT Persampahan akan menindaklanjuti bagaimana memaksimalkan peran masing-masing pekerja yang akan dilibatkan. Karena, untuk pengelolaan itu dibutuhkan sekitar 12 orang untuk masing-masing mesin,” jelasnya. man

Leave A Reply