Berbagi Berita Merangkai Cerita

Total Positif Covid NTB Tembus 636, Gita Ingatkan Kembali Bukan Aib

12

MATARAM,DS-Terdapat tambahan 12 pasien sembuh Covid 19 di NTB. Namun, tambahan baru postitif Covid 19 di NTB pada Sabtu (30/5) mencapai 42 pasien sehingga total angka menembus 636 kasus.

Tambahan kasus baru itu berdasarkan pemeriksaan di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RS Unram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir. Dari sebanyak 375 sampel, hasilnya 326 sampel negatif, 7  sampel positif ulangan dan 42 sampel kasus baru positif Covid-19.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid 19 NTB, Drs.HL Gita Ariadi dalam rilisnya memaparkan dengan adanya tambahan 42 kasus baru terkonfirmasi positif, 12 tambahan sembuh baru dan 1  kasus kematian baru maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sebanyak 636 orang, dengan perincian 291 orang sudah sembuh, 11 meninggal dunia, serta 334 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Gita mengemukakan terdapat pula penambahan 12 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu

  • Pasien nomor 12, an. Ny. FBM, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  • Pasien nomor 108, an. An. AA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  • Pasien nomor 114, an. Tn. MS, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat; • Pasien nomor 158, an. Tn. S, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  • Pasien nomor 159, an. Tn. WS, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  • Pasien nomor 242, an. Ny. RM, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  • Pasien nomor 374, an. Tn. AN, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  • Pasien nomor 376, an. Tn. S, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  • Pasien nomor 399, an. Tn. M, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara;
  • Pasien nomor 409, an. An. BAP, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  • Pasien nomor 479, an. An. MR, laki-laki, usia 18 bulan, penduduk Desa Taman Baru, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat;
  • Pasien nomor 480, an. An. NA, laki-laki, usia 5 bulan, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,”katanya seraya menyebut  jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.223 orang dengan perincian 558 orang (46%) PDP masih dalam pengawasan, 665 orang (54%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.586 orang, terdiri dari 238 orang (4%) masih dalam pemantauan dan 5.348 orang (96%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 6.028 orang, terdiri dari 2.201 orang (37%) masih dalam pemantauan dan 3.827 orang (63%) selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 60.412 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 4.096 orang (7%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 56.316 orang (93%).

Ia mengingatkan  seluruh masyarakat bahwa penyakit Covid-19 ini bukanlah suatu aib. “Jika ada salah satu warga kita yang terpapar Covid-19 maka tidak ada yang boleh bersikap paranoid serta mengucilkan mereka. Penting untuk kita pahami bersama, bahwa dengan disiplin menerapkan seluruh protokol pencegahan Covid-19 serta mematuhi anjuran dan himbauan pemerintah maka sangat kecil kemungkinannya terpapar wabah ini,” ujar Gita.

Selain itu, kata dia, terhadap tiga kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap Covid-19 ini, khususnya kelompok usia bayi dan balita, diharapkan kepada orang tua untuk lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian. hm

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.