Berbagi Berita Merangkai Cerita

Toleransi Beragama Sumber Kekuatan Bangun Mataram

0 19

MATARAM, DS – Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani, mengatakan, keragaman latarbelakang kehidupan masyarakat di Kota Mataram harus disikapi positif sebagai sumber kekuatan bangsa dan negara.

Menurut dia, adanya berbagai perbedaan, khususnya agama, bukan alasan untuk saling membenci dan tidak bersatu. Mengingat, agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jadi, semangat keagamaan itu adalah sumber kekuatan bangsa untuk meraih kemerdekaan. Dimana, semangat dan motivasi keagamaan adalah sumber kekuatan kita dalam meraih kemerdekaan, mempertahankan kedaulatan nasional, dan menjaga keutuhan NKRI khususnya di Kota Mataram,” ujar Hajjah Selly menjawab wartawan, Senin (3/2).

Saat bersilaturrahmi dengan ratusan umat Hindu di Balai Sarwa Guna Pura Parhyangan Pasek Lingkungan Gebang, Kelurahan Pagesangan Timur, Kota Mataram pada Minggu (2/2) lalu, ia mengatakan keragaman yang sudah dimiliki oleh masyarakat Kota Mataram harus tetap terjaga dengan baik. sebab, agama itu merupakan unsur pembentuk keutuhan bangsa.

“Agama yang diyakini dan diamalkan oleh umatnya masing-masing harus menjadi unsur pembentuk nation and character building warga Mataram yang majemuk ini. Karena itu, seluruh umat beragama harus menyadari dan disadarkan bahwa nilai-nilai agama merupakan unsur perekat integrasi nasional,” tegas Hj. Selly.

“Dalam kaitan ini pula, saat silaturahmi itu saya mengingatkan, jika toleransi dan kerukunan bukan milik sesuatu golongan umat beragama semata, tetapi harus menjadi milik semua golongan dan berlaku untuk semua pemeluk agama,” sambungnya.

Selly menegaskan bahwa saling menghargai identitas umat beragama lain harus tetap dijaga. Menurutnya, apabila hal itu dicederai, bisa berpengaruh pada keutuhan bangsa. “Saling menghormati dan saling menghargai identitas keyakinan antarumat beragama harus terus dijaga dalam upaya melindungi keutuhan NKRI,” kata dia.

Keberagaman di masyarakat tidak bisa ditolak karena menjadi sebuah keniscayaan. Keberagaman, sambung dia, bukan untuk saling menegasikan atau meniadakan harkat dan martabat manusia, melainkan agar bisa saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain.

“Agama hadir agar kita bisa mengambil nilai positif dan manfaat dari kemajemukan, plurarisme dan keragaman,” tandasnya. RUL.

Leave A Reply