Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tolak RUU HIP, Mantan Bupati Ikut Aksi

40

MATARAM, DS –  Aliansi Nasional Anti Komunis NTB (Anak-NTB) menggelar aksi menolak  Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila dibatalkan.

Aksi penolakan bertema “Selamatkan NKRI dan Pancasila dari Komunisme”, bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pimpinan Organisasi/LSM itu berlangsung di depan Kantor DPRD NTB di Mataram, Minggu (5/7).

Salah satu tokoh NTB yang ikut dalam aksi itu, yakni Mantan Bupati Lobar H.Lalu Mudjitahid. Selain itu, para ASN lingkup Pemprov dan Pemkot Mataram juga terlibat pada aksi tersebut.

Korlap Anak-NTB, Lalu Pujo Basuki Rahmat  mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap RUU HIP yang dianggap akan merongrong Pancasila dan UUD 1945 secara legal.

“Kami minta wakil rakyat yang ada di Udayana ini supaya sampaikan penolakan ini ke pemerintah pusat melalui DPR RI, karena RUU HIP akan merongrong Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya dalam orasinya, kemarin.

Terhadap apa yang disampaikan massa aksi, Wakil Ketua DPRD NTB, H. Mori Hanafi, memaparkan bahwa, DPRD NTB memandang Pancasila sebagai Ideologi Negara, Norma tertinggi, Norma Konstitusi dengan Kandungan Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial, merupakan “gentlemen’s agreement, kalimatu sawa” yang sudah diterapkan para founding fathers, sudah final dan tidak perlu diatur lagi dalam Undang-undang karena berpotensi meruntuhkan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Politisi Gerindra di DPRD NTB ini menambahkan, dengan mempertimbangkan kondisi sosial RUU HIP yang ditolak oleh berbagai elemen masyarakat, pertimbangan filosofis RUU HIP ini justru mendegradasi Pancasila sebagai ideologi negara dan secara yuridis, Pancasila tidak layak diatur dalam Undang-undang.

“DPRD Provinsi NTB ikut menolak RUU HIP ini dilanjutkan untuk dibahas di DPR RI dan meminta Badan Legislasi DPR RI dan Pemerintah untuk mengeluarkan RUU HIP ini dalam Program Legislasi Nasional,” tandasnya.

Aksi ratusan Anak NTB bersama beberapa tokoh itu diterima H. Muzihir, H. Abdul Hadi, H. Sambirang Ahmadi, Sekretaris DPRD NTB H. Mahdi, Kabag Persidangan dan Kasubbag. Humas PP Sekretariat DPRD NTB dan Danrem 162 Wirabhakti Brigjen TNI Ahmad Riza Ramdhani dan Kapolres Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.