Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tolak Omnibus Law Cipta Kerja, Aliansi BEM NTB Gelar Demo di DPRD

35

FOTO. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Mataram menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD NTB, kemarin. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa NTB Raya (BEM-NTB Raya) menggelar aksi unjuk rasa menolak omnibus law UU Cipta Kerja. Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Mataram, Yakni Unram, Undikma, Ummat dan Universitas 45 Matsram itu berlangsung di depan kantor DPRD NTB, Jumat (9/10).

“Pengesahan omnibus law RUU Cipta Kerja menjadi UU adalah simbol matinya hati nurani para anggota dewan. Maka, kami menolak omnibus law lapangan kerja itu,” tegas Korlap Aksi, Khairul Samidah dalam orasinya.

Menurut Khairul, kaum buruh dan masyarakat kecil telah menjadi korban atas kerakusan penguasa yang menyuburkan oligarki.

Oleh karena itu, mahasiswa akan terus berjuang hingga ada titik terang agar penerapan UU dibatalkan.

“Pak Presiden Jokowi, tolong gunakan otoritasnya melalui Perppu pencabutan. Ingat, apabila tuntutan kami tidak di indahkan, BEM NTB Raya akan terus melakukan gelombang aksi secara berkelanjutan hingga sampai ada titik terang,” kata Khairul disambuk tepuk tangan massa aksi lainnya.

Hingga Pukul 16.05 Wita, aksi ratusan mahasiswa yang dikawal oleh aparat kepolisian dan TNI itu tetap berlangsung secara tertib dan aman.

“Pak Gubernur dan DPRD NTB harus bersikap menyatukan sikap bersama rakyat membela kepentingan rakyat dengan menolak UU tersebut,” teriak Khairul.

Sebelumnya Aliansi BEM SI (Seluruh Indonesia) juga menyerukan mosi tidak percaya kepada DPR dan Pemerintah pada Kamis (8/10) lalu. Mereka menilai Pemerintah dan DPR berpotensi hak hidup rakyat dan lingkungan karena mengesahkan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Mahasiswa juga menilai pemerintah telah serta gagal menanggulangi pandemi virus corona (Covid-19) yang sudah sekian bulan mewabah di tanah air. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.