Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tok..Tok..! Majelis Hakim PN Praya Tangguhkan Penahanan 4 IRT

415

FOTO. Gubernur NTB Zulkieflimansyah bersama Anggota DPR RI Hj. Sari Yuliati dan anggota DPRD NTB HL. Satriawandi saat menjemput 4 IRT dan balitanya usai majelis hakim menangguhkan penahananya usai sidang perdana di PN Praya. (FOTO. RUL/DS).//

MATARAM, DS – Sidang perdana ibu rumah tangga (IRT) yang ditahan bersama anaknya karena kasus pelemparan batu ke pabrik rokok di Lombok Tengah, berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Praya, Senin (22/2).

Pelaksanaan sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Asri SH terlihat berbeda dari sidang di PN Praya selama ini. Pasalnya, ratusan warga masyarakat dari berbagai kalangan terlihat memadati areal PN Praya. Bahkan, Gubernur NTB Zulkiflimansyah bersama anggota DPR RI Dapil Lombok Hj Sari Yuliati, serta anggota DPRD NTB Lalu Satriawandi juga telihat ikut hadir menyaksikan jalannya sidang yang mengaggendakan pembacaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

JPU mendakwa keempat IRT telah melakukan perbuatan bersalah. melakukan pelemparan terhadap atap gudang pabrik rokok UD MAWAR PUTRA milik H. Muh. Suardi. Akibatnya, atap gudang penyok dan para pegawai tidak bisa bekerja karena merasa terancam. Sehingga, terdakwa diancam dakwaan dengan pasal 170 KUHP.

Para terdakwa melalui kuasa hukumnya yang diketuai, Ali Usman Ahim,  pada kesempatan tersebut mengatakan akan melakukan eksepsi atau jawaban terhadap dakwaan JPU.

“Insya Allah, pada sidang selanjutnya pada  Kamis (25/2) besok, kami akan membacakan eksepsi di sidang lanjutan atas tuntutan JPU tersebut,” kata Ali pada sidang tersebut.

Meski demikian, penahanan 4 ibu rumah tangga (IRT) yang membawa serta anaknya, ditangguhkan. Penahanan mereka ditangguhkan setelah pihak kejaksaan mendapat perintah dari hakim Pengadilan Negeri (PN) Praya.

“Kami hanya pelaksana penetapan hakim. Memang benar sudah kami laksanakan pengeluaran dari tahanan baru saja sekitar jam 14.01 Wita setelah selesai sidang,” kata Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, Dedi Irawan, saat dimintai konfirmasi terpisah, Senin (22/2).

Dia mengatakan agenda sidang keempat terdakwa dimajukan hari ini. Setelah sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan, keempat terdakwa H, NH, M, dan F ditangguhkan penahanannya.

“Tadi pagi memang penetapan dimajukan, sebenarnya tanggal 24. Pagi tadi, hakim penetapan sidang hari ini. Penetapan keluar hari ini, sidang hari ini. Jaksa jemput ke rutan untuk disidangkan. Setelah sidang dikeluarkan (perintah) hakim (untuk) penangguhan penahan,” ungkap Dedi.

Dia mengatakan soal alasan penangguhan penahanan, menjadi wewenang PN Praya untuk menjelaskan. Dedi mengatakan sidang lanjutan keempat ibu ini akan dilanjutkan pada Kamis (25/2) nanti.

“Mengenai pertimbangan penangguhan dan sebagainya silakan hubungi Humas PN Praya. Kamis, tanggal 25 Februari, agenda eksepsi,” tegas Dedi.

Diketahui, 4 ibu-ibu tersebut ditahan di Lapas Praya setelah melempari sebuah pabrik rokok dengan batu.

“Tersangka H, NH, M, dan F yang ditahan di Lapas Praya beserta dua anaknya yang masih (membutuhkan) ASI karena disangka secara bersama-sama melakukan perusakan berupa pelemparan (batu) yang mengakibatkan spandek (pabrik rokok) peok,” ujar pengacara Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Universitas Mataram, Yan Mangandar Putra, dalam keterangannya, terpisah, Senin (22/2).

Insiden pelemparan itu terjadi di sebuah pabrik rokok di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, pada 26 Desember 2020, pukul 16.00 Wita. Akibat aksi pelemparan batu itu, pabrik rokok itu disebut menderita kerugian Rp 4,5 juta.

“Sebagaimana diatur Pasal 170 ayat (1) KUHP, ancaman hukum penjara 5 tahun 6 bulan,” kata Yan. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.