Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

TNI-Polri Siagakan Personil di RSUD Cegah Aksi Aksi Jemput Paksa Pasien Covid-19

23


MATARAM,  DS – Menyikapi agar tidak terjadi kasus pengambilan paksa jenazah pasien positif Covid-19 di RSUD Mataram oleh masyarakat terulang kembali, aparat TNI/Polri akan diterjunkan di semua rumah sakit milik pemerintah di semua wilayah NTB.

          Aparat TNI/Polri akan bersiaga dan berjaga-jaga secara bergantian guna melakukan pengamanan di salah satu objek vital yang selama ini dipergunakan untuk merawat pasien yang terpapar virus mematikan asal Wuhan, negara Tiongkok itu.

          Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal membenarkan hal itu. Menurut dia, sesuai koordinasinya dengan Danrem 162/Wira Bhakti, maka antara aparat TNI/Polri akan bersiaga di setiap rumah sakit pemerintah untuk mencegah terulangnya kembali aksi penjemputan paksa jenazah positif Covid-19 oleh warga.

          “Iya itu (pengerahan personel) di rumah sakit-rumah sakit besar akan kita siagakan,” ujar Kapolda NTB menjawab wartawan, Rabu (8/7).

          Iqbal mengatakan, pengerahan personil dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa terjadi di ibukota Provinsi NTB.

          “Mulai hari ini, kita akan tempatkan anggota di semua RSUD di NTB agar kejadian itu tidak terjadi di wilayah lainnya di NTB. Banyak dampak yang ditimbulkan jika hal itu sampai terjadi, makanya penempatan anggota di rumah sakit sangat penting,” tegas Kapolda Irjen Pol Mohammad Iqbal

          Sementara itu, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani juga mengungkapkan pernyataan serupa.  Kata dia, menyiagakan personil TNIuntuk membantu Polda NTB menjaga rumah sakit tidak lain sebagai upaya mendukung percepatan penanganan pandemi Covid-19.

          “Insya Allah, kali kami akan ambil dari Batalyon (Infanteri 742/Satya Wira Yudha),” ucap Rizal.

          Diketahui, pada Senin malam (6/7), terjadi kericuhan di RSUD Kota Mataram. Kericuhan itu terkait penjemputan paksa jenazah perempuan asal Dusun Erat Mate, Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Lobar, berinisial NY. M (55).

          Peristiwa tersebut merupakan reaksi dari pernyataan pihak rumah sakit yang mengumumkan pasien berinisial Ny.M meninggal dunia pada Senin sore (6/7), sekitar pukul 16.00 Wita, akibat positif Covid-19. Pernyataan itu sesuai dengan hasil tes PCR yang dirilis pemerintah dua jam setelah kabar meninggalnya.

          Pihak keluarga yang tidak terima dengan hasil tes tersebut kemudian melakukan penjemputan paksa. Karena jumlah massa yang tak terbendung oleh aparat, akhirnya jenazah Ny. M berhasil dibawa pulang dengan menggunakan taksi menuju kediamannya di wilayah Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

          Namun berkat kesigapan aparat kepolisian, akhirnya pihak keluarga sepakat memakamkan jenazah M pada Selasa siang (7/7), dengan prosedur penanganan Covid-19.

Bahkan para pihak yang ikut menjemput dan mengurus kepulangan jenazahnya, setuju untuk melakukan tes cepat. Agar memudahkan proses pelacakan, kepolisian menggandeng pihak rumah sakit. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.