Berbagi Berita Merangkai Cerita

TNI Fokus Genjot Kekurangan Pembangunan Rumah

0 19

MATARAM, DS – Program percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah rusak akibat gempa di NTB hingga saat ini sudah mengalami perkembangan yang siginifikan. Hingga tiga bulan terakhir ini, pada tanggal 4 April 2019, progres percepatan rehab rekon khususnya rumah rusak berat (RB) sudah mencapai 4.426 unit atau sekitar 7,33 persen dari target 60.458 unit.

Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan rumah rusak berat yang sudah selesai dibangun sebanyak 2.302 unit atau sekitar 3,81 persen. Selain itu, pencairan dana untuk rumah terkatagori rusak berat harus paling lambat dibayarkan pada tanggal 12 April mendatang.

“Jadi, dana untuk rumah rusak berat sudah harus terbayarkan. Tidak boleh diperlama mekanisme pencairannya sehingga tidak menghambat proses percepatan rehab dan rekon,” ujar Rizal menjawab wartawan, Jumat (5/4).

Danrem mengakui kondisi rehab rekon saat ini masih terus berjalan, namun terkendala kesiapan material dan kekurangan tenaga tukang di daerah. Menurutnya, untuk kekurangan material seperti pasir, bata dan yang lainnya, sudah dikoordinasikan dengan pemda  untuk memaksimalkan produk lokal sesuai dengan wilayah masing-masing.

Sementara, kata Rizal, untuk menutup kekurangan tukang, sudah dilaporkan kepada Kepala BNPB. Direncanakan dalam waktu dekat akan ditambah sekitar 2000 tukang dari luar NTB sebagai pengganti sebanyak 800 orang fasilitator yang dikembalikan ke Jakarta.

“Kita berharap dan berdoa agar proses percepatan rehab rekon pasca gempa ini berjalan lancar dan aman sehingga warga terdampak bisa segara memiliki dan menempati rumah barunya,” jelas Danrem.

Alumni Akmil 1993 menambahkan,hingga saat ini, fasilitator dari TNI, Polri dan fasilitator masyarakat sipil terus bekerja membantu proses percepatan rehab rekon dan juga penambahan 1000 personel dari pasukan Zeni TNI sudah diturunkan untuk membantu fasiliator lokal. RUL.

Leave A Reply