Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tingkatkan Produktivitas UMKM, Disnakertrans NTB Latih 50 UMKM Naik Kelas di Pandemi Covid-19

38

FOTO. Kadis Nakertrans NTB I Gede Putu Aryadi (tengah) saat mengisi Pelatihan Peningkatan Produktifitas kepada 50 UMKM dari berbagai sektor bisnis di Pulau Lombok. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB terus melakukan pendampingan dan pelatihan peningkatan produktivitas kepada pelaku usaha lokal. Tujuannya adalah untuk mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi NTB ini naik kelas. Dengan begitu, diharapkan akan berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja.

Ikhtiar untuk UMKM naik kelas ini gencar dilakukan. Teranyar adalah fasilitasi Pelatihan Peningkatan Produktifitas kepada 50 UMKM dari berbagai sektor bisnis di Pulau Lombok. Diantaranya UMKM pangan olahan, produk-produk kerajinan seperti tenun, dan mutiara.

“Pelatihan dilaksanakan selama lima hari, sejak Senin (13/9) di Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Provinsi NTB di Mataram,” ujar Kepala Dinas Nakertrans NTB, I Gede Putu Aryadi, dalam siaran tertulisnya, Senin (13/9).

Mantan Kadis Kominfotik NTB itu, mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan kali ini, adalah upaya pihaknya mendorong perusahaan UMKM, agar mampu berkembang dan menjadi garda terdepan dalam menyuplay kebutuhan pasar meski ditengah pandemi Covid-19 ini.

“Kita tingkatkan skill dan budaya kerjanya, manajemen usahanya, kualitas produknya. Produktivitas UMKM ini harus terus ditingkatkan meski ditengah Covid-19,” kata Gede.

Ia mengatakan, penguatan manajemen usaha sebagai salah satu bagian dari materi pelatihan yang diselenggarakan, sangat penting. Karena sering dijumpai pengelolaan usaha yang dilakukan UMKM masih bersifat tradisional.

Contohnya, pengembangan modal usaha dicampur dengan pembiayaan kebutuhan rumah tangga. Padahal, manajemen usaha dan manajemen rumah tangga adalah hal beda.

“Modal usahanya kadang-kadang digunakan untuk membeli kebutuhan dapur. Padahal harus dipisahkan, antara bisnis dan rumah tangga,” jelas Gede.

Pembekalan lain yang ditingkatkan kepada UMKM yang dilatih adalah pengembangan jaringan usaha/pemasaran. Disnakertrans NTB mendatangkan instruktur yang berkompeten di bidangnya. Termasuk materi yang diberikan adalah branding produk dan usaha.

“Branding produk ini diberikan karena rata-rata UMKM ini sudah terbentuk dan memiliki produk. nah sekarang, bagaimana produk ini bisa dipasarkan nanti, UMKM diajari dan didampingi dari sisi manajemen usahanya,” tutur Gede.

Ia berharap, melalui dorongan kegiatan-kegiatan seperti ini, UMKM diharapkan meningkat. Baik dari sisi kualitas produk, branding, dan manajemen usaha.

“Jika harapan tersebut tercapai, otomatis UMKM akan membutuhkan tambahan tenaga kerja atau mampu membuka lapangan usaha baru yang menyerap lebih banyak tenaga kerja,” tandas Gede Putu Aryadi. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.