Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tim Independen Pantau Progres Kompak di Lotim dan KLU

0 51

SELONG,DS-Tim independen (ISAT) memantau langsung progres Kompak di Kabupaten Lombok Timur dan KLU dalam sebuah kunjungan yang berlangsung, Kamis (20/6) hingga Jumat (21/6). Pada hari pertama, Kamis, tim menggali informasi dan menanyakan langsung progres berbagai program di Kecamatan Aikmel, Desa Aikmel Utara dan Desa Rarang Selatan.

Selain menggali informasi kegiatan Kompak dan dampaknya bagi masyarakat miskin kepada Camat Aikmel, dialog juga dilakukan diantaranya kepada pengurus Klinik Desa Membangun (KDM), kader Pekka dan Pokja Adminduk. Sedangkan di Desa Aikmel Utara disambut aparatur desa dan kecamatan, Pokja Adminduk dan kru Tim Sistem Informasi Desa (SID).

Terdapat enam tokoh yang memantau langsung kegiatan Kompak di Lombok Timur masing-masing Wakil Direktur Kompak, Philip Hulcome dan Grace Palayukan, Aaron Watson dari DFAT Andrew Laing dan Manoj Nath dari ISAT. Menurut Rencana, tim independen ini akan melakukan hal serupa di KLU.

Kompak di NTB memiliki beberapa kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat seperti di KLU, Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Bima. Kegiatan diantaranya berupa pendampingan terkait dengan kebutuhan dasar masyarakat menyangkut dokumen adminduk, perempuan dan anak. Namun demikian, tim menggali banyak juga informasi menyangkut kegiatan dan inovasi di desa.

Selama di Kecamatan Aikmel, Camat setempats, Drs. Hadi Faturrahim, memaparkan dampak positif kehadiran Kompak di kecamatan yang ia pimpin seperti dicapainya percepatan kepemilikan dokumen adminduk. Hadi yang didampingi pengurus KDM yang selama ini bertugas melakukan pendampingan dan konsultasi aparatur desa, mengemukakan banyaknya dampak positif kehadiran kompak. Dipilihnya Aikmel pun tidak lepas dari progres yang cukup baik dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat desa yang menjadi model bagi daerah lain

Hadi memaparkan KDM dengan berbagai programnya yang menyasar masyarakat turut andil dalam kegiatan itu. Salah satu hal yang cukup membanggakan, lewat KDM dan peran Pokja Adminduk, Pemdes Aikmel Utara, misalnya, telah menganggarkan dalam APBDes dana untuk masyarakat marginal sekira 25 persen. Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya 10 persen.

Sementara itu di Desa Aikmel Utara, tim melihat langsung hasil capaian pendampingan Kompak-LPA NTB. Sebutlah pada capaian akta kelahiran yang terus meningkat dari tahun 2016 yang hanya 58,04 persen menjadi 70,05 tahun 2017 dan 81,50 tahun 2018. Kenaikan signifikan juga terjadi pada dokumen KTP yang mencapai 89,36 persen tahun 2018 dari semula 76,63 persen ditahun 2016.

Percepatan capaian itu tidak lepas dari pendekatan berbagai pihak, baik stakeholder yang ada di kecamatan maupun desa. Di kecamatan KDM melakukan komunikasi yang intensif kepada pihak desa, sedangkan di desa Pokja Adminduk termasuk para kadus dengan dukungan kade saling dukung untuk meraih capaian program yang maksimal. Ketika penerima manfaat tak sanggup mendatangi pelayanan yang diberikan, Pokja Adminduk hadir ke tengah-tengah mereka.

Salah satu kegiatan yang menjadi prioritas tim independen adalah menyangkut keberadaan SID. Karena itulah, tim independen melakukan kunjungan ke Desa Rarang Selatan, Kecamatan Terara. Ketua Forum SID Lombok Timur, Muhammad, S,Pd, yang juga aparatur Desa Rarang Selatan menguraikan perubahan fundamental yang bisa diraih dari penggunaan SID yang merupakan inisiasi Kompak. Beberapa diantaranya adanya keterbukaan data sehingga segala program dilakukan berdasarkan data. ian

Leave A Reply