Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tiga Elemen Ormas Hearing ke DPRD Sorot Spam Tutuk

51

SELONG, DS – Tiga elemen organisasi kemasyarakatan yang berasal dari ALARM NTB, KASTA NTB, DAN LK2KT Hearing ke DPRD Lombok Timur terkait keberadaan SPAM Tutuk, yang ada di Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru.


Hearing yang dilaksanakan pada hari Rabu (22/07/2020) tersebut menghadirkan direktur tekhnik PDAM dan Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Lombok Timur.


Kedatangan ketiga organisasi tersebut untuk mempertanyakan tentang gagalnya Spam Tutuk untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat Jerowaru. Padahal, pembangunan Spam Tutuk tersebut telah menelan anggaran sebesar Rp 3,9 milyar.


“Kita harus realistis, angka Rp. 3,9 miliar untuk kebutuhan rakyat, ternyata tidak bisa dipakai. Sudahlah, kalau tidak bisa dipakai PDAM serahkan saja aset itu kembali ke Pemda,” ucap Ketua ALARM NTB, Arsa Ali Umar.


Bahkan, Arsa menilai pola pikir pengerjaan Spam Tutuk masih hanya sebatas menghabisan anggaran tanpa mempertimbangkan output yang dihasilkan dari perencanaan pembangunan Spam Tutuk tersebut.


“PU ini tidak bisa bermindset yang penting uang habis. Outputnya yang harus dilihat. 5,3 liter perdetik ini untuk mana saja. Kalau memang tidak tercapai, gagal memang proses perencanaan Spam ini,” tukasnya.


Gagalnya Spam Tutuk untuk mensuplai air bersih bagi masyarakat Jerowaru agar tidak menjadi potret kegagalan pemerintahan Sukiman-Rumaksi (Sukma) dalam penyediaan sanitasi bagi masyarakat selatan. Ia pun menyebut jangan sampai anggaran sebesar Rp 3,9 miliyar tersebut hanya untuk membangun tugu kegagalan pemerintahan Sukma.


“Kalau barang ini belum maksimal, jangan dibuat sebagai program tugu kegagalan Sukiman di selatan, terkait mengatasi kekeringan,” jarnya seraya meminta DPRD Lotim menambahkan anggaran jika diperlukan agar keberadaan Spam Tutuk tidak sia-sia. Serta, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan langkah hukum untuk menyelesaikan permasalahan ini.


“Kalau persoalan ini sudah kita jalankan secara diplomatis, tapi ternyata apa yang menjadi harapan kami tidak tercapai. Maka, mungkin kami akan menempuh jalur hukum. Kami tidak ingin anggaran Rp. 3,9 miliar itu disia-siakan, ” tegasnya.


Sementara itu, Direktur Tekhnik PDAM Lombok Timur, Lalu Satriadi membantah Spam Tutuk sebagai proyek gagal. Menurutnya, hanya terjadi penundaan pengaliran air ke pelanggan dikarenakan adanya upaya dari PDAM untuk melakukan pengembangan pelayanan.


“Tapi saya yakin kedepan ini, wilayah selatan bisa kita. Karena saat ini kita sedang pembenahan jaringan pipa. Dari yang lama itu, gak penuh. Sekarang sudah over flow kondisinya, ” ucapnya.


Perbaikan pipa dilakukan karena pipa yang digunakan oleh Cipta Karya hanya berdiameter 2 inch. Tidak sesuai dengan kebutuhan pelayanan PDAM yang ingin mengembangkan hingga 400 pelanggan. Sehingga harus diganti menggunakan pipa berdiameter 4 inch.


Sebelumnya, Spam Tutuk dihajatkan untuk diuji coba pemberian layanan kepada 95 sambungan rumah (SR) bagi warga di Dusun Pengoros dan Aro Inak. Dengan alasan perbaikan pipa, uji coba tersebut hanya berlangsung selama beberapa hari. Saluran pipa tersebut belum diintegrasikan dengan pipa PDAM.

“Karena pipa yang menuju Pengoros, mau kita angkat. Karena ada penambahan pelanggan. Sekitar 400 pelanggan yang akan kita layani nanti. Belum kita integrasi dengan sistem kita. Kita off dulu,” ujarnya.


Ia menolak jika hal tersebut dikatakan sebagai pekerjaan dua kali dan bersikukuh mengklaim bahwa pekerjaan Cipta Karya tersebut sudah sesuai untuk pelayanan terhadap 95 pelanggan saja.


“Sesuai dengan 95 pelanggan yang dibutuhkan saat itu. Itu cukup dengan 2 inch itu. Karena sekarang kita mau layani 400 lebih, itu harus kita angkat dan ganti dengan pipa yang lebih besar, ” bantahnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.