Berbagi Berita Merangkai Cerita

Tiga Direktur Tak Sampai Tangani 30 Ribu Pelanggan, PDAM Lotim Diberi Batas Waktu Hingga Desember

26

SELONG, DS – “Saya berharap kepada tiga pendekar ini memanfaatkan peluang yang digali secara optimal. Gali inovasi, kreasi, atasi maslah-masalah di lapangan dengan sebaik-baiknya,” ucap Bupati Lombok Timur, H.M Sukiman Azmy dihadapan seluruh Pimpinan PDAM Lombok Timur, saat menggelar penyerahan aset, Rabu (03/06/2020).

Bupati menyebut Direktur Utama, Direktur Tekhnis, dan Direktur Operasional PDAM Lombok Timur sebagai pendekar lantaran Bupati menyematkan harapan terhadap ketiga orang tersebut untuk mengatasi permasalahan air minum yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemda Lombok Timur sendiri.

Bupati pun mengakui, dengan jumlah pelanggan PDAM saat ini yang masih berada dibawah 30 ribu, seharusnya dipimpin oleh satu orang Direktur. Namun, pilihan menggunakan tiga Direktur, sebagai upaya memaksimalkan kinerja PDAM.

“Jumlah pelanggan PDAM ini layaknya hanya satu Direktur. Tapi kita memaksakan tiga orang Direktur. Dengan harapan kinerjanya lebih baik, lebih optimal, lebih bervariatif,” pungkasnya.

Bupati pun memberi tenggat waktu hingga akhir tahun 2020 ini, untuk ketiga pimpinan PDAM tersebut menunjukkan prestasi dalam pengelolaan perusahaan milik daerah tersebut. Hal ini juga sesuai dengan perjanjian antara Bupati dengan para pimpinan ketiganya, saat pelantikan bulan Maret lalu.

“Kalian punya waktu sampai Desember. Kalau kalian baik prestasinya, berlanjut. Tapi, kalau tidak cukup sampai Desember. Prestasi harus kita hargai, tapi kalau tidak ada prestasi, untuk apa kita pertahankan,” tegas Bupati.

Bupati pun menyebut Pemda telah optimal memfasilitasi PDAM, agar para pimpinan dapat menunjukkan prestasi terbaiknya. Seperti dengan penyerahan aset yang langsung dikelola oleh PDAM, Pembuatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Suryawangi dan Ijobalit.

Salah satu yang menjadi perhatian utama Bupati adalah ketersediaan air minum di wilayah selatan Lombok Timur, yang masih menjadi barang langka. Ia pun mencontohkan perumahan nelayan yang ada di Desa Pijot, Kecamatan Keruak, yang masih diberikan bantuan air minum setiap minggunya oleh Pemda. Meskipun pipa penyaluran air telah tertanam, namun air yang diharapkan masyrakat tidak pernah ada air yang mengaliri pipa tersebut. Bupati pun berpesan kepada para pimpinan PDAM untuk mengatasi masalah tersebut.

“Kita kemarin survey bersama-sama di Selayar. Ditemukan mata air. Kita akan fasilitasi PDAM untuk itu. Agar kehidupan masyarakat kita yang setiap tahun berkutat dibidang air minum seperti saat ini, juga menjadi teratasi,” pintanya.dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.