Berbagi Berita Merangkai Cerita

TGB : Terus Berlatih dan Berlari Lalu Muhamad Zohri

0 11

MATARAM, DS – Kemenangan Lalu Muhammad Zohri pada Kejuaraan Dunia Alteltik Junior IAAF Word Championship U-20 di Tampere, Finlandia, membuat namanya langsung populer dan terus menjadi viral di dunia Internet. Tak ayal sejumlah pujian akan prestasinya yang mampu membawa nama harum bangsa di kancah internasional itu terus bermunculan hingga kini.

Meski demikian, Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi mengingatkan, agar pemuda yatim-piatu asal Desa Karang Pansor, Kecamatan Pamenang Barat, KLU itu, sebaiknya tetap rendah hati. Sebab, jika kemenangannya itu terus dieluk-elukkan dengan sikap yang berlebihan akan berdampak pada semangat Zohri untuk meningkatkan prestasi.

“Saya sudah ingatkan Lalu Muhamad Zohri malam saat dia memperoleh juara. Saat itu, saya langsung  sampaikan ucapan selamat atas prestasi yang luar biasa. Dan yang utama saya berpesan agar dia tetap rendah hati, tekun berlatih dan selanjutnya harus siap membela merah putih. Itu saya pesankan karena dia masih yunior,” ujar TGB menjawab wartawan usai menghadiri dialog dan silaturahmi pemuka agama se-NTB yang dihadiri Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Prof Din Syamsuddin di Pendopo Gubernur NTB, Minggu (15/7).

Gubernur mengakui prestasi yang diraih Lalu Muhamad Zohri kali ini merupakan titik awal dari perjalanan karier prestasinya dimasa yang akan datang. Oleh karena itu, ia perlu mengkondusifkan situasi agar Zohri bisa terus berlatih guna terus menghasilkan medali emas dan membanggakan bangsa Indonesia.

Menurut TGB, Provinsi NTB selama ini telah dikenal merupakan gudang atlet lari nasional. Namun, prestasi yang ditorehkan Zohri sungguh diluar ekspektasi dari siapapun mengingat Zohri adalah atlet berperingkat second linear, yakni lapis kedua.

Oleh karena itu, adanya pembinaan yang berjenjang dimulai dari daerah, adanya Pelatda yang dilanjutkan ke level nasional melalui Pelatnas serta pembinaan yang intensif dari induk organisasinya (PASI) menjadi pemicu kemunculan Lalu Muhamad Zohri lebih cepat dari prediksi siapapun.

“Wajarlah, kita apresiasi Menpora melalui program Pelatnasnya. Dan utama, PASI dibawah kepemimpinan Bob Hasan, karena berkat komitmen dan kepedulian beliau (Bob Hasan) yang sangat nyata. Si Zohri bisa berangkat mengikuti kejuaraan Dunia Atletlik U-20 (di bawah usia 20 tahun) di Finlandia,” tegas Gubernur.

Kendati NTB memiliki program Pelatda, TGB tidak memungkiri jika fasilitas prasarananya tidak selengkap yang dimiliki oleh Pelatnas. Sehingga, pembinaan yang komprehensif menuju lahirnya atlet kelas dunia harus dilakukan terus menerus oleh Pelatnas, khususnya dibawah induk cabang olahraganya.

“Atas nama pemda NTB saya bersyukur pada zohri dan beberapa atlet pelari NTB dibawah binaan PASI dan Bob Hasan selaku ketua umumnya. Kini, atlet kita bisa berbicara di kancah internasional,” kata Gubernur.

Ia menjelaskan, pihaknya akan memberikan bonus sebesar Rp 200 juta kepada Lalu Muhammad Zohri. Bonus itu akan diberikan dalam bentuk polis asuransi Rp 100 juta dan modal usaha Rp 100 juta.

Menurut Gubernur, pemberian bonus itu sesuai dengan protap yang selama ini diberikannya pada atlet NTB sejak dua kali penyelenggaraan PON. Teknisnya, jika atlet itu meraih juara nasional maka angka bonusnya adalah sebesar Rp 100 juta. Sementara, kelas dunia adalah sebesar Rp 200 juta.

“Kenapa kita berikan angka segitu (RP 200 juta) karena sering kali atlet kita ketika sudah masuk usia tidak produktif, mereka tidak bisa ikut kompetisi sehingga akan kesulitan di hari tuanya. Makanya, polis asuransi Rp 100 juta dan modal usaha Rp 100 juta menjadi penting jika kita berikan,” jelas TGB.

Ia mengimbau kepada siapapun agar mulai memberikan ruang belajar dan berlatih penuh pada Lalu Muhamad Zohri untuk meningkatkan prestasinya. “Kalau terus kita eluk-elukkan dengan berlebihan, lalu kemudian semangat zohri untuk meningkatkan prestasi bisa hilang. Kan bahaya untuk kita,” tandas Zainul Majdi.

“Sekali lagi, ini masih di titik awal prestasi beliau. Jadi, tugas saya adalah mengkondusifkan situasi yang ada. Sehingga, pembinaan yang ada saat ini bisa betul-betul menjadi Zohri sebagai atlet handal yang akan berprestasi bagi bangsa Indonesia kedepannya,” pungkas TGB.

Sebelumnya, dalam Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia pada Rabu (11/7) lalu itu, Zohri mencatatkan waktu 10,18 detik. Atlet berusia 18 tahun itu mengalahkan dua pelari Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, yang sama-sama menorehkan waktu 10,22 detik.

Pencapaian Zohri merupakan sejarah baru dalam dunia atletik Indonesia. Sebelumnya, prestasi terbaik atlet Indonesia di nomor lari 100 meter di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 adalah finis kedelapan di babak penyisihan pada 1986.

“Sangat sangat bangga terhadap apa yang saya dapatkan hari ini. Ini luar biasa,” kata Zohri, usai berlaga, seperti dikutip situs resmi Federasi Atletik Dunia IAAF.

Dalam nomor lari 100 meter, Zohri mengalahkan dua pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, dengan mencatatkan waktu 10,18 detik. Adapun kedua pesaingnya itu mencatat waktu 10,22 detik.

“Merasa bangga, bangga sekali karena saya bisa membuat sejarah di sini,” kata Zohri.

Dalam beberapa dekade terakhir, Indonesia tak punya catatan menelurkan atlet andal di nomor ini. Tak mengherankan jika keberhasilan Zohri merebut emas lari 100 meter dianggap mengejutkan, apalagi dengan mengalahkan atlet muda AS.

Apa rencananya ke depan? “Saya akan terus berlatih dan akan mempersiapkan diri untuk Asian Games bulan depan,” ujar Zohri melalui pesan singkatnya pada wartawan, kemarin. RUL.

Leave A Reply