Berbagi Berita Merangkai Cerita

TGB Persilahkan ASN Pemprov Maju di Pilkada 2018

0 3

MATARAM, DS –Rencana Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul yang bakal memberi sanksi pada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) NTB yang kini marak memasang alat peraga  guna ikut meramaikan kontestasi Pilkada tahun 2018 batal.

 

Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda NTB Irnadi Kusuma mengatakan, Gubernur malah mempersilahkan seluruh ASN yang kini santer bakal ikut bertarung di perhelatan Pilkada 2018,  agar terus melanjutkan sosialisasi  mereka dalam rangka memperkenalkan diri ke masyarakat.

 

“Rencana menegur diubah menjadi mendorong dan menyuport para ASN pemprov NTB maju. Syaratnya, jika memang berpotensi memiliki daya tarik di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya menjawab wartawan melalui pesan whatsapp, Minggu (23/7).

 

Irnadi mengaku, umumnya Gubernur merasa bangga jika banyak jajaran ASN pemprov NTB dapat tampil dalam konstestasi Pilkada serentak tahun 2018. Menurutnya, meski belum ada yang melaporkan secara resmi, namun dipastikan secara komunikasi non formal, sudah ada sejumlah kepala SKPD yang menyampaikan niatannya tersebut.

 

“Prinsipnya, silahkan kepala SKPD jalan bersosialisasi. Nanti, jika sudah masuk pada tahapan resmi di KPUD, baru melaporkan secara resmi.  Yang jelas, Pak Gubernur memberikan kelonggaran, sekali lagi karena bangga atas performa aparatnya yang berpotensi meraih simpati masyarakat,” ujar Irnadi.

 

Terkait siapa ASN yang sudah berkomunikasi dengan Gubernur atas pencalonannya di Pilkada. Mantan Karo Pemerintahan Setda NTB itu enggan membebarkan inisial mereka. “Yang pastinya, sudah ada ASN yang menyampaikan ke pak Gubernur perihal pencalonannya,” tandas Irnadi Kusuma.

 

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Loteng, Suhaimi SH sempat mengritik kebijakan Gubernur yang melarang aparatnya melakukan sosialisasi pencalonan di Pilkada serentak 2018.  Untuk itu, Anggota DPRD Loteng itu perlu mengingatkan Gubernur NTB, lantaran kini di media sosial, mulai Facebook, Twitter dan instagram mulai ramai atas langkah TGB yang akan maju ke pentas nasional sebagai Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres) dan tersiar sudah melakukan roadshow ke sejumlah daerah-daerah di Indonesia.

 

“Jika mau fair, apakah langkah Pak Gubernur yang kini terus bersafari ke sejumlah daerah di Indonesia itu juga telah ada izin nggak dari Pak Presiden Joko Widodo. Jika belum kan, tentu akan jadi masalah, mulai darimana pendanaanya, selanjutnya apakah kepergiannya mengganggu jalannya kerja kedinasan atau tidak?,” tegas Suhaimi bertanya balik saat menghubungi wartawan, beberapa hari lalu.

 

Menurutnya, tidak mungkin para jajarannya akan berani melakukan tindakan memasang alat peraga mereka hingga kini, manakala pimpinannya tidak melakukan hal serupa. Oleh karena itu, Suhaimi mengingatkan, prinsip pepatah yang menyebutkan guru kencing berdiri dan murid kencing berlari. Selanjutnya, buruk muka, cermin pun dibanting. Serta, menepuk air didulang, terciprat muka sendiri, jelas akan berlaku.

 

Untuk itu, Suhaimi berharap agar Gubernur NTB perlu mengkoreksi diri atas sikapnya selama ini. “Yang pasti setiap tindakan kita selaku pimpinan, jelas akan diikuti anak buah kita. Wajarlah, kita sebagai masyarakat yang menyayangi pak Gubernur untuk mengingatkannya atas falsafah yang terkandung dalam pepatah atas sikapnya yang akan menyangsi para anak buhanya itu,” tandas Suhaimi.fahrul

Leave A Reply