Berbagi Berita Merangkai Cerita

TGB : Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyai Harus Dicabut

0 13

MATARAM, DS – Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi menegaskan, nobel perdamaian dunia yang diperoleh tokoh Myanmar, Aung San Suu Kyi, sangat tidak pantas disematkan. Tokoh perempuan yang dikenal getol menyuarakan hak asasi manusia dan penindasan di wilayahnya selama ini terlihat diam atas aksi brutal pembataian yang dilakukan terhadap umat Islam Rohingnya yang jelas-jelas berada di depan matanya.

“Jadi, siapapun tokoh yang membiarkan pembantaian yang tidak berprikemanusian, sangat tidak pantas dicatat sejarah sebagai penerima nobel dunia. Salah satunya ke Aung San Suu Kyi. Kita dukung pencopotan nobel perdamaian dunianya,” tegas Gubernur saat menyampaikan sambutannya di Masjid Hubbul Wathan, Komplek Islamic Center NTB, Jumat (1/9).

Menurut TGB, sikap bungkam di tengah tragedi kemanusiaan dirasa sangat tak pantas dilakukan seorang penerima nobel perdamaian. Sebagai lambang perdamaian, Aung sejatinya harus bersuara dan menengahi konflik yang menimpa warga Rohingnya. Oleh karenanya, TGB mendesak komite nobel mencabut gelar tersebut. “Saya pikir, predikat yang disematkan atas aksi pembela kemanusian, harusnya dicabut dan diberi sanksi Internasional,” kata TGB lantang.

Gubernur menyebut pembantaian ini sebagai sebagai tragedi kemanusiaan yang menimpa orang-orang yang lemah. “Beberapa hari terakhir kita lihat pembantaian terhadap orang-orang tidak bersenjata, anak-anak, perempuan, orang tua, (jumlahnya) ribuan,” ujar TGB.

Pimpinan ormas NW itu lantas mengherankan, sikap komunitas internasional yang terkesan menutup mata dan tidak ada pernyataan yang keras, apalagi hukuman atau sanksi kepada Pemerintah Myanmar. Padahal, dari sisi kemanusiaan, dan nilai-nilai agama, TGB meyakini tidak ada satu agamapun yang mengajarkan pembantaian seperti itu.

“Apa bedanya warga Rohingnya Myanmar dengan masyarat dunia lainnya. Sekali lagi, tragedi yang menimpa warga Rohingnya murni masalah pelanggaran kemanusian yang patut menjadi pemikiran dunia,” tandas Zainul Majdi. fahrul.

Leave A Reply